Kamis, 23 Jul 2026 19:53 WIB

Wabah Virus Corona

Warga Desa di Magetan ini Gunakan Meriam Bambu Usir Pendatang

Para pemuda di Desa Ringinagung usir pendatang di pintu masuk desa gunakan meriam bambu
Para pemuda di Desa Ringinagung usir pendatang di pintu masuk desa gunakan meriam bambu

jatimnow.com - Mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), para pemuda di Desa Ringinagung, Kabupaten Magetan mengusir pendatang atau pemudik di pintu masuk desa menggunakan meriam bambu.

Selain memasang meriam bambu, mereka juga memasang pamlet di pintu masuk yang bertuliskan 'Ojo Nekat Mak Mbaleko Dusun Laukdaun (Jangan Nekat Bu Kembali Dusun Lockdown)'.

Baca Juga: Indonesia Bergabung dengan GAVI, Siap Donasi USD30 Juta

Ketua RT 04 Desa Ringinagung, Suparno mengatakan kegiatan itu bentuk sosialisasi bahwa lingkungannya tidak menerima tamu dari luar.

"Itu hanya sosialisasi bahwa jalan desa selama lebaran ditutup sementara," kata Suparno, Rabu (27/5/2020).

Ia menjelaskan, sebenarnya penggunaan meriam bambu memiliki tradisi yang cukup unik. Setiap memasuki bulan puasa hingga 7 hari setelah lebaran setiap sore puluhan pemuda akan menyalakan meriam bambu.

"Sudah tradisi setiap bulan puasa menjelang berbuka, remaja di sini menyalakan meriam bambu," ujarnya.

Baca Juga: Bank Jatim Terima Penghargaan Jatim Bangkit Awards, Supporting Pemulihan Dampak Pandemi

Biasanya, kegiatan perang meriam bambu diadakan saban tahun. Menurutnya kegiatan itu tidak mengganggu warga karena lokasinya yang berada di pinggir persawahan desa.

"Setiap tahun itu ada kegiatan itu, tapi tahun ini karena ada Covid-19 kegiatan tersebut kita tiadakan," kata dia.

"Besok sudah nggak ada, kita sudah buka portal jalan desa," tambahnya.

Baca Juga: Kontribusi Petrokimia Gresik Mendukung Jatim Bangkit Mendapat Apresiasi

Salah satu pemuda yang bernama Budi mengatakan pihaknya meminta agar warga dari luar kawasan untuk tidak memasuki desa Ringinagung agar tidak ada penyebaran Virus Corona.

"Warga luar desa agar kembali dan tidak memasuki kawasan ini. Kalau nekat ya terpaksa kami gunakan meriam bambu ini dan langsung diledakkan. Tidak bahaya cuma buat gertakan saja. Para pemudik agar kembali ke tempatnya," kata Budi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.