Minggu, 07 Jun 2026 09:12 WIB

Wabah Virus Corona

Warga Desa di Magetan ini Gunakan Meriam Bambu Usir Pendatang

Para pemuda di Desa Ringinagung usir pendatang di pintu masuk desa gunakan meriam bambu
Para pemuda di Desa Ringinagung usir pendatang di pintu masuk desa gunakan meriam bambu

jatimnow.com - Mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), para pemuda di Desa Ringinagung, Kabupaten Magetan mengusir pendatang atau pemudik di pintu masuk desa menggunakan meriam bambu.

Selain memasang meriam bambu, mereka juga memasang pamlet di pintu masuk yang bertuliskan 'Ojo Nekat Mak Mbaleko Dusun Laukdaun (Jangan Nekat Bu Kembali Dusun Lockdown)'.

Baca Juga: Indonesia Bergabung dengan GAVI, Siap Donasi USD30 Juta

Ketua RT 04 Desa Ringinagung, Suparno mengatakan kegiatan itu bentuk sosialisasi bahwa lingkungannya tidak menerima tamu dari luar.

"Itu hanya sosialisasi bahwa jalan desa selama lebaran ditutup sementara," kata Suparno, Rabu (27/5/2020).

Ia menjelaskan, sebenarnya penggunaan meriam bambu memiliki tradisi yang cukup unik. Setiap memasuki bulan puasa hingga 7 hari setelah lebaran setiap sore puluhan pemuda akan menyalakan meriam bambu.

"Sudah tradisi setiap bulan puasa menjelang berbuka, remaja di sini menyalakan meriam bambu," ujarnya.

Baca Juga: Bank Jatim Terima Penghargaan Jatim Bangkit Awards, Supporting Pemulihan Dampak Pandemi

Biasanya, kegiatan perang meriam bambu diadakan saban tahun. Menurutnya kegiatan itu tidak mengganggu warga karena lokasinya yang berada di pinggir persawahan desa.

"Setiap tahun itu ada kegiatan itu, tapi tahun ini karena ada Covid-19 kegiatan tersebut kita tiadakan," kata dia.

"Besok sudah nggak ada, kita sudah buka portal jalan desa," tambahnya.

Baca Juga: Kontribusi Petrokimia Gresik Mendukung Jatim Bangkit Mendapat Apresiasi

Salah satu pemuda yang bernama Budi mengatakan pihaknya meminta agar warga dari luar kawasan untuk tidak memasuki desa Ringinagung agar tidak ada penyebaran Virus Corona.

"Warga luar desa agar kembali dan tidak memasuki kawasan ini. Kalau nekat ya terpaksa kami gunakan meriam bambu ini dan langsung diledakkan. Tidak bahaya cuma buat gertakan saja. Para pemudik agar kembali ke tempatnya," kata Budi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.