Kamis, 11 Jun 2026 16:37 WIB

Lagi-lagi Pipa PDAM di Gunung Anyar Bocor, Diduga ada Malpraktik

Luberan air PDAM di proyek tiang pancang pembangunan universitas di kawasan Gunung Anyar
Luberan air PDAM di proyek tiang pancang pembangunan universitas di kawasan Gunung Anyar

jatimnow.com - Imbas pembangunan salah satu universitas di kawasan Gunung Anyar mengakibatkan kebocoran pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya. Kebocoran pipa itu disebut karena ada dugaan kelalaian (malpraktik) dalam proyek itu.

"Diduga ada malpraktik dari kejadian ini," kata Ketua Bidang Pelatihan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) cabang Surabaya, Ali Yusa, Senin (18/5/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Baca juga: Pipa PDAM di Gunung Anyar Bocor Terkena Tiang Pancang

Dalam hukum, malpraktik adalah suatu jenis kelalaian dalam standar profesional yang berlaku umum, dan pelanggaran atas tugas yang menyebabkan seseorang menderita kerugian.

Selain itu, Ali Yusa yang menjabat sebagai Dewan Pembina Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) PW Jatim meminta agar proyek pembangunan universitas itu dilihat apakah tenaga kerjanya yang melaksanakan pekerjaan memiliki sertifikat keahlian (SKA).

"SKA pekerja patut ditinjau ulang," ujar dia.

Diketahui kebocoran pipa berdiameter 1000 milimeter itu akibat pengerjaan tiang pancang untuk pembangunan gedung universitas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ia meminta agar Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang menerbitkan sertifikat pada proyek itu untuk melakukan evaluasi.

"LPJK penerbit harus mengevaluasi perusahaan kontruksi dan pekerjanya," ujar pria yang juga menjadi Pengurus Forum Maritim Jatim itu.

Pipa bocor itu mampu mengalirkan 1 liter air per detik kepada 80 pelanggan. Sedangkan air yang terbuang saat ini sekitar 300 liter per detik, sementara lainnya masih tetap berjalan.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Pelaksana seharusnya wajib membayar dampak kerugian bagi masyrakat terdampak. Dan PDAM harus ikut memberi pengawasan terhadap pembangunan yang memanfaatkan lahan yang memiliki pipa dibawahnya," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Mujiaman menjelaskan bahwa kasus kebocoran pipa ini mirip dengan beberapa waktu lalu yang terjadi di Purimas Gunung Anyar Surabaya. Lokasinya juga berada sekitar 500 meter dari kebocoran pipa saat itu.

"Persis kasus semula, tapi orangnya lain. Kami sudah memberikan rambu-rambu semuanya, ternyata dia melanggar jalur yang tidak boleh disentuh akhirnya disentuh. Tempatnya sekitar 500 meter dari Masjid," kata Mujiaman.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.