Selasa, 28 Jul 2026 17:32 WIB

Lagi-lagi Pipa PDAM di Gunung Anyar Bocor, Diduga ada Malpraktik

Luberan air PDAM di proyek tiang pancang pembangunan universitas di kawasan Gunung Anyar
Luberan air PDAM di proyek tiang pancang pembangunan universitas di kawasan Gunung Anyar

jatimnow.com - Imbas pembangunan salah satu universitas di kawasan Gunung Anyar mengakibatkan kebocoran pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya. Kebocoran pipa itu disebut karena ada dugaan kelalaian (malpraktik) dalam proyek itu.

"Diduga ada malpraktik dari kejadian ini," kata Ketua Bidang Pelatihan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) cabang Surabaya, Ali Yusa, Senin (18/5/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Baca juga: Pipa PDAM di Gunung Anyar Bocor Terkena Tiang Pancang

Dalam hukum, malpraktik adalah suatu jenis kelalaian dalam standar profesional yang berlaku umum, dan pelanggaran atas tugas yang menyebabkan seseorang menderita kerugian.

Selain itu, Ali Yusa yang menjabat sebagai Dewan Pembina Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) PW Jatim meminta agar proyek pembangunan universitas itu dilihat apakah tenaga kerjanya yang melaksanakan pekerjaan memiliki sertifikat keahlian (SKA).

"SKA pekerja patut ditinjau ulang," ujar dia.

Diketahui kebocoran pipa berdiameter 1000 milimeter itu akibat pengerjaan tiang pancang untuk pembangunan gedung universitas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Ia meminta agar Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang menerbitkan sertifikat pada proyek itu untuk melakukan evaluasi.

"LPJK penerbit harus mengevaluasi perusahaan kontruksi dan pekerjanya," ujar pria yang juga menjadi Pengurus Forum Maritim Jatim itu.

Pipa bocor itu mampu mengalirkan 1 liter air per detik kepada 80 pelanggan. Sedangkan air yang terbuang saat ini sekitar 300 liter per detik, sementara lainnya masih tetap berjalan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Pelaksana seharusnya wajib membayar dampak kerugian bagi masyrakat terdampak. Dan PDAM harus ikut memberi pengawasan terhadap pembangunan yang memanfaatkan lahan yang memiliki pipa dibawahnya," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Mujiaman menjelaskan bahwa kasus kebocoran pipa ini mirip dengan beberapa waktu lalu yang terjadi di Purimas Gunung Anyar Surabaya. Lokasinya juga berada sekitar 500 meter dari kebocoran pipa saat itu.

"Persis kasus semula, tapi orangnya lain. Kami sudah memberikan rambu-rambu semuanya, ternyata dia melanggar jalur yang tidak boleh disentuh akhirnya disentuh. Tempatnya sekitar 500 meter dari Masjid," kata Mujiaman.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.