Senin, 08 Jun 2026 03:07 WIB

Ketika Hantu Sekarang Tidak Punya Harga Diri

Screenshot channel perburuan hantu di YouTube
Screenshot channel perburuan hantu di YouTube

jatimnow.com - Beragam channel perburuan hantu bertebaran di YouTube. Tren saat ini cukup unik-unik, lebih banyak hantunyalah yang dikerjai.

Sejumlah channel saling menawarkan konten horor yang segar, tidak menakutkan. Bahkan mengundang senyum bagi yang menontonnya.

Baca Juga: Iseng Edit Foto Pocong, Tiga Remaja di Jember Diamankan Polisi

Misalnya channel Iman Laslos, Saraswati 08, Dunia Nyata, Ganang Setiko hingga Sura Blendong. Mereka menyajikan konten horor yang dikemas menghibur.

Misalnya, akun Dunia Nyata. Host-nya cukup kocak. Ciri khas dia saat berburu lelembut selalu mengenakan helm full face warna hijau dan celana dalam di luar.

Penampakan yang kerap tertangkap kamera itu adalah kuntianak, pocong hingga genderuwo alias mas wowo.

Sang host selalu tampil kocak. Apalagi ketika ada penampakan. Seolah tanpa rasa takut. Pernah suatu ketika muncul pocong, dengan gagah berani, ia meletakan kurung ayam di kepalanya. Si pocong diam saja hingga akhirnya menghilang.

"Sekarang para hantu sudah tidak punya harga diri lagi ya," kata Arfi, warga Griyo Mapan Santosa, Sidoarjo, Kamis (14/5/2020).

Di masa Pandemi Covid 19 ini, ia sengaja menonton konten misteri untuk sebagai hiburan di rumah.

"Kan di rumah saja," tambahnya.

Kalau Saraswati 08 ini menggambarkan anak perempuan yang disebut memiliki kelebihan bisa melihat hantu atau indigo.

Baca Juga: Heboh Hantu Gentayangan di Mall Surabaya, Cek Faktanya!

Ia juga pernah mencium kunti merah yang menampakkan diri di sebuah hutan. Saraswati yang saat itu didampingi Ganang mengajak juga dua orang yang mengaku punya ahli tentang supranatural.

Ganang memberikan challange, menantang Saras dan dua 'orang pintar' itu untuk mencium sang kunti yang mengenakan baju warna merah itu.

Giliran 'orang pintar' akan mencium melakukan prosesi untuk mengeluarkan tenaga dalam. Mendadak salah satunya tumbang, sedangkan satu orang menghilang.

Tak lama, yang pria yang menghilang itu ditemukan ada di atas pohon.

Begitu pula penjudulan konten horor sengaja dibuat lucu, membuat ngakak. Contoh judul yang dibuat akun dunia nyata: 'Mukul Kunt!Lanak pake panci Ke palanya Lepas', 'Hantam Kepala Pocong Pake Aqua Galon Sampai Benjol'

Baca Juga: Misteri Penyebab Lubang di Dasar Sungai Kaliasat Blitar Terungkap

Banyaknya channel yang mengupas per-hantu-an dengan jumlah subscribe yang lumayan itu, publik diminta hati-hati.

Akun Pace Komputer membagikan resep untuk mengetahui keaslian video horor itu. Pace Komputer juga meragukan sejumlah konten.

Sejumlah indikasi kejanggalan dibeberkan, begitupula cara mengedit dan pembuatan video penampakan menggunakan HP dibagikan.

Percaya?

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.