Selasa, 28 Jul 2026 11:05 WIB

Ningsih Tinampi Bikin Suplemen Cegah Corona, Begini Respon Dokter

Tangkapan layar Ningsih Tinampi saat menunjukkan suplemen yang dibuatnya
Tangkapan layar Ningsih Tinampi saat menunjukkan suplemen yang dibuatnya

jatimnow.com - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi merespon suplemen untuk mencegah Virus Corona (Covid-19) buatan Ningsih Tinampi, pemilik pengobatan alternatif di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Dalam channel Youtube-nya, Ningsih Tinampi menyampaikan suplemen sari buah pencegah Corona buatannya itu bisa dibeli dengan harga Rp 35 ribu. Ia juga menjelaskan cara mengonsumsi suplemen tersebut.

Baca Juga: Golkar Jatim Siapkan Kegiatan Sambut Ramadan, Pengurus Daerah Wajib Tahu

Baca juga:  Ningsih Tinampi Bikin Suplemen Pencegah Virus Corona

"Jadi begini, ada dua (pengobatan), melalui pendekatan ilmiah dan nonilmiah," ujar dr Joni Wahyuhadi saat jumpa pers bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (20/4/2020).

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, dr Joni WahyuhadiKetua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi

Baca Juga: Menkes Perkirakan Pandemi Covid-19 Berubah jadi Endemi

dr Joni menerangkan, penemuan obat itu pasti melalui fase-fase yang panjang.

"Saking panjangnya orang kita tidak srantan. (Karena terlalu panjang waktunya itu, orang-orang tidak sabar)," tuturnya.

Ia menambahkan, pengobatan nonilmiah kadang memiliki efek samping dan kadang tidak.

Baca Juga: Mencicipi Kuliner Legendaris di Kediri, Soto Ayam Bok Ijo Wajib Dicoba

"Prinsipnya, wabah virus di mana-mana penyakit bisa sembuh sendiri. Yang akan menjadi masalah, virus itu masuk pada orang yang berisiko seperti orang tua lanjut usia, memiliki sakit hipertensi, obesitas dan penyakit kronis," paparnya.

"Di sisi medis, kami pegang untuk memenuhi syarat-syarat tertentu, mulai dari teori, percobaan laboratorium, percobaan pada binatang, jadi lebih panjang prosesnya," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.