Minggu, 07 Jun 2026 22:25 WIB

Misteri Suara Gamelan di Gemuk Waduk Bunder Gresik

Gemuk atau Bal Gending di wilayah Desa Banjarsari Kecamatan Cerme, Gresik
Gemuk atau Bal Gending di wilayah Desa Banjarsari Kecamatan Cerme, Gresik

jatimnow.com - Waduk Bunder yang terdapat di sebelah timur Terminal Bunder Gresik menyimpan sebuah misteri. Secara geografis Waduk Bunder masuk wilayah Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Di lokasi itu, terdapat sebuah pulau kecil yang disebut dengan Gemuk atau Bal Gending yang posisinya berdekatan dengan bibir waduk.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Untuk mencarinya tidak terlalu sulit. Bagi masyarakat dari arah barat atau dari arah Lamongan yang hendak memasuki Kota Gresik lewat Kecamatan Duduk Sampeyan pasti akan melewati lokasi tersebut.

Masyarakat Desa Banjarsari sendiri di malam tertentu sering mendengar suara gending atau gamelan dari Gemuk tersebut. Namun saat didatangi beramai-ramai oleh warga, tempat itu ternyata kosong tak berpenghuni.

Karena itulah hingga kini sebagian masyarakat meyakini jika Gemuk di Waduk Bunder itu adalah salah satu tempat sakral.

Tampilannya yang dipenuhi semak belukar menjadikan Gemuk terlihat semakin mistis. Anehnya, ketika musim kemarau dimana air waduk mengering, gundukan tanah itu tidak terlihat tinggi.

Namun ketika musim hujan datang dimana debit air waduk cukup tinggi, gundukan tanah itupun tidak terlihat tenggelam.

"Menurut ceritanya, Gemuk di Waduk Bunder ini adalah jelmaan kepala ular raksasa bangsa gaib. Tenggorokannya terdapat di Waduk Desa Pandu Cerme, perutnya di Waduk Desa Ngabetan Cerme dan ekornya terdapat di Waduk Sumengko Duduk Sampeyan," kata salah seorang warga Cerme, Agus Kiswanto.

Ia melanjutkan, jika penyewa Waduk Bunder memiliki tradisi menggelar pertunjukan wayang sebelum memanen ikan.

Jika penyewa tidak menggelar pertunjukan wayang maka saat panen akan terjadi hal-hal ganjil atau hal-hal lain yang tak diinginkan.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

"Pernah ada kejadian, penyewa waduk tidak menggelar pertunjukan wayang. Entah itu disengaja atau tidak. Tapi pas panen ikannya hanya sedikit, yang banyak justru ular seukuran jempol tangan. Saking banyaknya, ular-ular itu sampai berserakan di jalan," ujarnya.

Tak hanya terjadi pada penyewa waduk, beberapa kejadian ganjil lain juga pernah terjadi di area Waduk Bunder.

Saat pembangunan proyek Tol Gresik yang menghubungkan jalur Manyar-Kebomas-Legundi yang melintasi Waduk Bunder terlebih dahulu digelar acara istighosah dengan mengundang salah satu jemaah terbesar.

"Entah kenapa tiba-tiba ada angin kencang yang memporak-porandakan tenda-tenda yang dipasang di lokasi acara istighosah," terang pria umur 50 tahun itu.

Sedang proyek Mapolres Gresik yang sebelumnya direncanakan dibangun di sekitar Gemuk Waduk Bunder juga berakhir gagal dan akhirnya dipindah ke Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, sekitar satu kilometer ke arah timur dari lokasi awal.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

"Padahal sudah peletakan batu pertama. Tapi entah kenapa lokasinya digeser," lanjutnya. 

Misteri Gemuk Waduk Bunder seakan tidak hilang ditelan kemajuan zaman. Itu dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang meyakini jika kawasan tersebut merupakan pusat kerajaan gaib atau danyang tertua yang berada di Kabupaten Gresik.

Keganjilan itu juga dirasakan oleh calon Bupati Gresik yang disarankan menggelar ritual khusus saat mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada). Cerita tersebut dikisahkan seorang mantan tim sukses (timses) salah satu calon Bupati Gresik.

"Pernah ada salah satu calon Bupati Gresik yang di atas kertas sudah hampir menang. Namun karena beliau menolak melakukan ritual di Gemuk, akhirnya kalah. Wallahualam," kata mantan timses yang namanya tidak mau disebutkan itu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.