Senin, 27 Jul 2026 04:19 WIB

Jurnalis di Grahadi Divaksin Influenza dan Rapid Test Corona

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Minggu, 22 Mar 2020 17:57 WIB
Para jurnalis yang bertugas meliput di Gedung Negara Grahadi divaksin influenza
Para jurnalis yang bertugas meliput di Gedung Negara Grahadi divaksin influenza

jatimnow.com - Kondisi kesehatan para jurnalis atau awak media yang setiap harinya bertugas meliput di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya turut menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dimulai Sabtu (21/3/2020) malam, para jurnalis difasilitasi untuk melakukan rapid test Virus Corona (Covid-19) dan juga diberikan vaksin influenza. Harapannya, seluruh jurnalis yang bertugas di Grahadi terpantau kesehatannya dan dalam kondisi prima selama bertugas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Teman-teman reporter ini kan aktivitasnya banyak, orang yang ditemui juga heterogen. Sebagai bentuk perhatian kami, kami memberikan kesempatan mereka untuk dilakukan rapid test Covid-19 dan juga vaksin influenza," tutur Gubernur Khofifah, Minggu (22/3/2020).

Alat rapid test Covid-19 ini sebagai screening bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi tubuhnya. Rapid test tersebut mirip dengan alat rapid test yang akan digunakan untuk tes secara massal yang kini alatnya sedang dipesan di kementerian pusat.

"Kalau alat digunakan untuk tes cepat massal InsyaAllah Senin akan mulai datang. Jadi ini beberapa alat rapid test kita prioritaskan untuk teman-teman media yang bertugas di Grahadi," terang Gubernur Khofifah.

Total ada sebanyak 20 jurnalis baik dari media online, cetak, televisi maupun radio yang dilakukan tes cepat Covid-19. Rencananya rapid test juga akan dilanjutkan secara bertahap seiring dengan pengadaan alatnya. Selain itu untuk suntik vaksin influenza ada sebanyak 40 orang.

Dengan disuntik vaksin influenza, Gubernur Khofifah berharap ketahanan tubuh reporter juga lebih meningkat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sementara itu Ahli Patologi Klinik Jatim Prof dr Aryati MS menyebut bahwa rapid test ini sistemnya adalah untuk mengetahui antibodi SARS-Cov-2 yang dibentuk dalam diri seorang. Sistemnya adalah dengan pengambilan sample darah. Yang kemudian diteteskan dalam alat yang berbentuk stick uji.

"Deteksi antibodi SARS Cov-2 ini lewat darah yang diambil whole blood, besok akan datang lagi dua kotak lagi dengan jumlah 40 dan besoknya datang 200 lagi. Berkala memang, karena kalau beli ini juga inden. Jadi ini tes deteksi antibodi SARS-COV-2 penyebab covid-19," paparnya.

Tes Antibodi yang dilakukan dengan uji darah ini beda dengan swab. Jadi jika dalam rapid test ini yang dideteksi adalah adanya antibodi yang terbentuk dalam tubuh akibat virus SARS-COV-2 penyebab covid-19.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Jika dalam rapid test ini hasilnya negatif, maka ada dua kemungkinan. Yang pertama adalah karena memang tidak ada virus SARS-COV-2. Atau kemungkinan kedua karena belum terbentuk antibodi di dalam tubuh karena virus masih dalam masa inkubasi.

"Karena itu kalau hasilnya negatif bisa disarankan untuk mengulang tesnya kembali di antara tujuh hingga delapan hari ke depan," ungkap Aryati.

Jika positif pun, ada baiknya dilakukan tes swab. Sebab juga ada dua kemungkinan. Yaitu apakah memang benar positif atau yang kedua antibodi yang terbentuk adalah antibodi dari jenis virus corona yang lain.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.