Senin, 27 Jul 2026 10:55 WIB

Kebutuhan Hunian di Gresik Meningkat, Menganti Jadi Pilihan

Ketua HIPMI Gresik Thoriq Majiddanor (kiri) bersama Bupati Gresik Sambari Halim Radianto
Ketua HIPMI Gresik Thoriq Majiddanor (kiri) bersama Bupati Gresik Sambari Halim Radianto

jatimnow.com - Berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Gresik membuat perekonomian di kawasan sekitarnya meningkat. Sejalan dengan itu, kebutuhan hunian masyarakat juga semakin tinggi.

Kondisi itu memicu para pengembang properti atau perumahan berlomba-lomba menyediakan kebutuhan hunian di Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Iwan Sunito Garap Proyek Rp25 Triliun, Bangun Ikon Baru Sydney

"Kami mengamati dari tahun ke tahun kebutuhan hunian di Kabupaten Gresik terus meningkat," kata Komisaris Keluarga Sejahtera Group, Thoriq Majiddanor, Jumat (13/3/2020).

Jiddan-panggilan akrab Thoriq Majiddanor melanjutkan, tingginya permintaan hunian di Kabupaten Gresik tak hanya terjadi di pusat kota. Namun permintaan meningkat di sejumlah kecamatan, salah satunya Kecamatan Menganti.

"Menganti sebagai salah satu kecamatan di Gresik yang lokasinya berdekatan dengan Surabaya. Wilayah itu juga memiliki akses langsung ke Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, tentu menjadi kawasan prospektif bagi pengembang properti," paparnya.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Atas pertimbangan itu, para pengembang properti banyak yang fokus mengembangkan usahanya di Kecamatan Menganti. Salah satunya Keluarga Sejahtera Group yang sedang mengembangkan perumahan Golden East Residence dengan luas lahan 20 hektar di Desa Pranti, Kecamatan Menganti.

"Tahap awal kami membangun 200 unit dari 1000 unit yang direncanakan dengan dua tipe hunian yakni tipe 36 dan tipe 46 yang kami hargai Rp 200 jutaan," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gresik itu.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Jiddan menambahkan, harga tersebut dinilai sesuai dengan target pasar yang dibidik yaitu kalangan milenial yang baru memasuki dunia kerja atau generasi produktif dalam rentang usia 25-35 tahun yang populasinya kian berkembang.

"Proyek perumahan yang sedang kami kembangkan berada di kawasan bebas banjir. Dan segmen pasarnya adalah masyarakat kelas menengah," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.