Kamis, 11 Jun 2026 22:27 WIB

Kebutuhan Hunian di Gresik Meningkat, Menganti Jadi Pilihan

Ketua HIPMI Gresik Thoriq Majiddanor (kiri) bersama Bupati Gresik Sambari Halim Radianto
Ketua HIPMI Gresik Thoriq Majiddanor (kiri) bersama Bupati Gresik Sambari Halim Radianto

jatimnow.com - Berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Gresik membuat perekonomian di kawasan sekitarnya meningkat. Sejalan dengan itu, kebutuhan hunian masyarakat juga semakin tinggi.

Kondisi itu memicu para pengembang properti atau perumahan berlomba-lomba menyediakan kebutuhan hunian di Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Kami mengamati dari tahun ke tahun kebutuhan hunian di Kabupaten Gresik terus meningkat," kata Komisaris Keluarga Sejahtera Group, Thoriq Majiddanor, Jumat (13/3/2020).

Jiddan-panggilan akrab Thoriq Majiddanor melanjutkan, tingginya permintaan hunian di Kabupaten Gresik tak hanya terjadi di pusat kota. Namun permintaan meningkat di sejumlah kecamatan, salah satunya Kecamatan Menganti.

"Menganti sebagai salah satu kecamatan di Gresik yang lokasinya berdekatan dengan Surabaya. Wilayah itu juga memiliki akses langsung ke Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, tentu menjadi kawasan prospektif bagi pengembang properti," paparnya.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

Atas pertimbangan itu, para pengembang properti banyak yang fokus mengembangkan usahanya di Kecamatan Menganti. Salah satunya Keluarga Sejahtera Group yang sedang mengembangkan perumahan Golden East Residence dengan luas lahan 20 hektar di Desa Pranti, Kecamatan Menganti.

"Tahap awal kami membangun 200 unit dari 1000 unit yang direncanakan dengan dua tipe hunian yakni tipe 36 dan tipe 46 yang kami hargai Rp 200 jutaan," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gresik itu.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

Jiddan menambahkan, harga tersebut dinilai sesuai dengan target pasar yang dibidik yaitu kalangan milenial yang baru memasuki dunia kerja atau generasi produktif dalam rentang usia 25-35 tahun yang populasinya kian berkembang.

"Proyek perumahan yang sedang kami kembangkan berada di kawasan bebas banjir. Dan segmen pasarnya adalah masyarakat kelas menengah," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.