Jumat, 12 Jun 2026 02:30 WIB

Komisi D Respon Viral Pasien BPJS di RS Soewandi Mengaku Dibentak

Tangkapan layar video peristiwa di RSU dr Soewandi Surabaya yang diposting akun Facebook Ikas Choirul Iklani
Tangkapan layar video peristiwa di RSU dr Soewandi Surabaya yang diposting akun Facebook Ikas Choirul Iklani

jatimnow.com - Komisi D (Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kota Surabaya meminta klarifikasi RSU dr Soewandi terkait video viral pasien BPJS yang mengaku dibentak-bentak saat mengantrekan anaknya yang sakit.

Ketua Komisi D Chusnul Chotimah mengatakan, peristiwa itu tetap menjadi atensi, agar RSU dr Soewandi selalu memberikan edukasi terhadap para dokter, perawat agar memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Setelah kami tahu ada viral itu, kami langsung melakukan klarifikasi ke Soewandi. Dan sudah mendapat jawaban," jawab Chusnul kepada jatimnow.com, Kamis (5/3/2020) malam.

Dia berharap kejadian tersebut menjadi cambuk untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Surabaya tanpa membedakan kelas.

Baca juga:  Viral Pasien BPJS di RS Milik Pemkot Surabaya Mengaku Dibentak-bentak

"Seringkali kami mendapatkan info bahwa paramedis di sana tidak humble (ramah) dan sebagainya. Karenanya, semoga dengan kejadian ini semua pihak bisa mengambil hikmah dari kejadian yang telah terjadi. Dan agar menjadikan cambuk untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Surabaya tanpa membedakan kelas," paparnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurut klarifikasi yang diberikan RSU dr Soewandi kepada Komisi D, lanjut Chusnul, ada 6 poin penjelasan. Di antaranya adalah bahwa pelayanan di IGD dilakukan berdasarkan tingkat kegawatan, bukan berdasarkan nomor antrian.

"Sesuai data yang terekam di sistem rumah sakit, pasien datang di IGD pukul 14.40 Wib dan dilakukan pemeriksaan pada pukul 14.41 Wib. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kondisi kegawardaruratan. Kemudian pasien diminta untuk menunggu," ujar Chusnul.

Chusnul menambahkan, pada saat bersamaan terdapat 7 pasien gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera dalam rangka upaya penyelamatan nyawa pasien.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Setelah itu pasien dipanggil sebanyak lima kali tetapi pasien sudah tidak berada di tempat," tandas Chusnul mengutip klarifikasi dari rumah sakit.

Chusnul menyebut bahwa pasien yang mengantre tersebut mengalami flu dan batuk.

Peristiwa itu diunggah akun Facebook Ikas Choirul Iklani pada pukul 08.37 Wib, Rabu (4/3/2020). Akun ini menceritakan kisah yang dialaminya secara kronologis. Juga disertakamn tiga video berisi peristiwa di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.