Senin, 27 Jul 2026 17:16 WIB

Komisi D Respon Viral Pasien BPJS di RS Soewandi Mengaku Dibentak

Tangkapan layar video peristiwa di RSU dr Soewandi Surabaya yang diposting akun Facebook Ikas Choirul Iklani
Tangkapan layar video peristiwa di RSU dr Soewandi Surabaya yang diposting akun Facebook Ikas Choirul Iklani

jatimnow.com - Komisi D (Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kota Surabaya meminta klarifikasi RSU dr Soewandi terkait video viral pasien BPJS yang mengaku dibentak-bentak saat mengantrekan anaknya yang sakit.

Ketua Komisi D Chusnul Chotimah mengatakan, peristiwa itu tetap menjadi atensi, agar RSU dr Soewandi selalu memberikan edukasi terhadap para dokter, perawat agar memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Setelah kami tahu ada viral itu, kami langsung melakukan klarifikasi ke Soewandi. Dan sudah mendapat jawaban," jawab Chusnul kepada jatimnow.com, Kamis (5/3/2020) malam.

Dia berharap kejadian tersebut menjadi cambuk untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Surabaya tanpa membedakan kelas.

Baca juga:  Viral Pasien BPJS di RS Milik Pemkot Surabaya Mengaku Dibentak-bentak

"Seringkali kami mendapatkan info bahwa paramedis di sana tidak humble (ramah) dan sebagainya. Karenanya, semoga dengan kejadian ini semua pihak bisa mengambil hikmah dari kejadian yang telah terjadi. Dan agar menjadikan cambuk untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Surabaya tanpa membedakan kelas," paparnya.

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

Menurut klarifikasi yang diberikan RSU dr Soewandi kepada Komisi D, lanjut Chusnul, ada 6 poin penjelasan. Di antaranya adalah bahwa pelayanan di IGD dilakukan berdasarkan tingkat kegawatan, bukan berdasarkan nomor antrian.

"Sesuai data yang terekam di sistem rumah sakit, pasien datang di IGD pukul 14.40 Wib dan dilakukan pemeriksaan pada pukul 14.41 Wib. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kondisi kegawardaruratan. Kemudian pasien diminta untuk menunggu," ujar Chusnul.

Chusnul menambahkan, pada saat bersamaan terdapat 7 pasien gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera dalam rangka upaya penyelamatan nyawa pasien.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Setelah itu pasien dipanggil sebanyak lima kali tetapi pasien sudah tidak berada di tempat," tandas Chusnul mengutip klarifikasi dari rumah sakit.

Chusnul menyebut bahwa pasien yang mengantre tersebut mengalami flu dan batuk.

Peristiwa itu diunggah akun Facebook Ikas Choirul Iklani pada pukul 08.37 Wib, Rabu (4/3/2020). Akun ini menceritakan kisah yang dialaminya secara kronologis. Juga disertakamn tiga video berisi peristiwa di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.