Kamis, 23 Jul 2026 03:00 WIB

Bupati Anas: Media Berperan Membangun Image Positif Daerah

Pembukaan Seminar Nasional Mengenal Dewan Pers oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi
Pembukaan Seminar Nasional Mengenal Dewan Pers oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menilai media memiliki peran penting dalam membangun suatu daerah. Salah satunya mengabarkan berita yang positif, sehingga imej baik daerah tersebut terbangun.

Itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas saat membuka Seminar Nasional Mengenal Dewan Pers oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Sabtu (29/2).

Baca Juga: Forum Pemred SMSI Jatim: Sengketa Berita Wajib Lewat UU Pers

Acara ini menghadirkan Ketua Komisi hubungan antar lembaga dan Internasional Dewan Pers Agus Sudibyo. Turut hadir Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Ketua PWI Banyuwangi Syaifuddin Mahmud dan Dewan Pembina PWI Banyuwangi Samsudin Adlawi.

"Kami berterima kasih kepada media yang telah ikut berperan dalam pembangunan daerah lewat kabar yang positif. Hal ini mampu menumbuhkan partisipasi gotong royong dari warga dan membentuk situasi kondusif daerah, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan lancar," papar Bupati Anas.

Sebaliknya, isu negatif terhadap sebuah daerah akan berdampak kepada kondisi sosial dan perekonomian. Anas mencontohkan, Hongkong yang kini mengalami pertumbuhan ekonomi minus 0,4 akibat pemberitaan tentang demonstrasi yang terus-menerus oleh media.

"Terjadi penarikan dana besar-besaran oleh investor, dan perekonomian lumpuh di Hongkong yang rugi adalah warganya. Dan kini dunia juga tengah menghadapi virus corona, sehingga banyak negara terimbas perekonomiannya, termasuk Indonesia. Di saat seperti ini butuh kekompakan semua pihak, termasuk media untuk menjaga suasana tetap stabil," urai Anas.

Sementara itu, Agus membeberkan jika kebebasan pers menyisakan problem tersendiri di Indonesia. Masih ada teman-teman media yang membuat berita dan berdampak negatif pada image sebuah negara di mata dunia.

"Kita menganut pers yang bebas tapi sesungguhnya kebebasan itu berdampingan dengan kepentingan publik dan kedaulatan nasional. Ini perlu dipikirkan juga," kata Agus.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Agus kemudian mencontohkan bagaimana Thailand dan Jepang yang berupaya memperbaiki citra pariwisata pascabencana.

Mereka bukan memposting gambar korban yang bergelimpangan, tapi bagaimana upaya bahu-membahu warga untuk bangkit kembali.

"Jika ada bencana, pers di sana menjadikan headline hanya dua hari. Hari berikutnya, hanya berita kecil. Mereka punya kesepakatan, pemberitaan yang terus menerus justru akan berdampak pada sektor parisawata," beber Agus.

"Dan saya kira ini relevan untuk Banyuwangi yang sekarang pariwisatanya sedang menggeliat. Media perlu menjaga berita yang diproduksi," urai Agus.

Dalam seminar itu, Agus juga menekankan pentingnya perusahaan media dan insan jurnalis profesional untuk meningkatkan kepercayaan publik. Salah satu ciri media profesional, ialah sudah terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers.

Baca Juga: Penghapusan Produk Jurnalistik oleh Platform Digital dalam Perspektif Hukum Pers

"Semua perusahaan itu kan ada standarnya, baik izinnya, kantornya, gaji karyawannya dan lain sebagainya. Nah Itu juga berlaku kepada perusahaan media," ungkap dia.

"Verifikasi media ini, sekaligus untuk membedakan mana perusahaan media yang benar-benar profesional, mana media abal-abal," tambahnya.

Tak hanya itu, Agus juga menekankan pentingnya jurnalis yang profesional. Salah satu tolok ukurnya ialah telah mengikuti sertifikasi wartawan yang diselenggarakan Dewan Pers.

Sementara itu Ketua PWI Banyuwangi, Syaifuddin Mahmud mengatakan, jika kegiatan tersebut diikuti 150 orang yang terdiri atas insan pers, kepala sekolah, kepala desa, hingga organisasi perangkat daerah. Juga ada pengusaha, mahasiswa, serta sejumlah ormas.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.