Selasa, 09 Jun 2026 04:15 WIB

Dijemput Paksa, Kepsek Diduga Penyadap Soal UNBK SMP Menghilang

  • Penulis :
  • | Kamis, 03 Mei 2018 12:51 WIB
Salah seorang tersangka penyadapan soal UNBK SMP di Surabaya./Foto: Dok. Narendra Bakrie
Salah seorang tersangka penyadapan soal UNBK SMP di Surabaya./Foto: Dok. Narendra Bakrie

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

 
jatimnow.com - Tiga kali dipanggil sebagai saksi, KE, kepala sekolah SMP di Surabaya Utara yang diduga terlibat penyadapan soal UNBK SMP, tetap saja mangkir.
 
Surat perintah membawa (jemput paksa) akhirnya resmi dikeluarkan Polrestabes Surabaya. Namun, upaya jemput paksa masih gagal. Sebab kepala sekolah perempuan itu menghilang. 
 
"Surat perintah membawa sudah kami keluarkan untuk yang bersangkutan. Dan saat ini, kami sedang mencari keberadaan yang bersangkutan," sebut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Kamis (3/5/2018) kepada jatimnow.com. 
 
 
Hal itu sesuai dengan informasi yang didapat jatimnow.com . Setelah kasus penyadapan soal UNBK SMP yang dipimpinnya itu mencuat ke permukaan. KE langsung menghilang. KE tidak ada di kantornya, maupun di rumah sesuai dengan alamat tinggalnya. 
 
Menghilangnya KE semakin menguatkan dugaan bahwa perempuan ini terlibat dalam jaringan penyadap soal-soal UNBK. Sebab dari keterangan dua pekerja honorer KE yang sudah menjadi tersangka, KE -lah yang menyuruh kedua pekerja honorer itu melakukan penyadapan. 
 
Dua pekerja honorer yang sudah menjadi tersangka itu adalah IM (38), honorer bidang IT SMP tersebut dan TH (45), staff TU (tata usaha). TH berperan memberikan IP address komputer UNBK milik siswa. Sedangkan IM bertugas menyadap soal UNBK itu dari komputer siswa ke komputer miliknya. 
 
 
IM kemudian memotret layar komputer miliknya yang berisi soal UNBK. Hasil potretannya itu kemudian dikirim melalui whatsapps ke sejumlah nomor yang mengelola lembaga bimbingan belajar (LBB) bernama ESC (Excellent Study Club) di Jalan Jolotundo, Tambaksari Surabaya. 
 
Dan baru-baru ini diketahui, LBB ESC itu merupakan milik KE, sang kepala sekolah SMP negeri tersebut. "Benar, salah satu pemilik LBB itu adalah si kepala sekolah tersebut. Tapi, pemeriksaan juga kami lakukan kepada sejumlah orang yang selama ini mengurus LBB itu," beber Sudamiran. 
 
Lantas kemana KE kabur? Hingga saat ini, Unit Tipidek (Tindak Pidana Ekonomi) Satreskrim Polrestabes Surabaya masih belum berhasil melacaknya. Kesulitan itu terjadi karena semua nomor HP sang kepala sekolah sudah tidak aktif. "Meski sulit, kami tetap berusaha mencarinya," tandas Sudamiran.
 
Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes
 
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.