Selasa, 28 Jul 2026 01:12 WIB

Dana Pembangunan Kantor

Klarifikasi Keluarga Whisnu Sakti Dimentahkan

PDI Perjuangan
PDI Perjuangan

jatimnow.com - Polemik soal misteri dana pembangunan kantor DPC PDIP Kota Surabaya masih terus bergulir.

Keluarga mantan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyanggah tudingan Saleh Mukadar yang juga mantan Ketua PDIP Surabaya ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Saleh mengaku tidak tahu menahu uang hasil penjualan lahan di Pandegiling sebesar Rp 4 M (sebelumnya Saleh menyebut di media sosial uang itu sebesar Rp 4,5 M).

Katanya, uang itu sudah diberikan kepada Whisnu yang saat itu sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya.

Baca juga:  

"Tanggapan dari keluarga Whisnu bagi saya sangat aneh," ujar Saleh Mukadar kepada jatimnow secara tertulis, Sabtu (22/2/2020).

Saleh Mukadar membeberkan alasan kenapa tanggapan dari keluarga Whisnu dianggapnya aneh.

"Pertama, tanah itu murni dibeli dari dana yang diusahakan oleh saya dan Pak Bambang DH ( Wali kota Surabaya saat itu) Kalaupun Pak Tjip (Soetjipto mantan Sekjen DPP PDIP yang juga ayah kandung Whisnu) diikutkan namanya dalam sertifikat kepemilikan hanya karena beliau kita anggap sebagai orang tua kita dalam membangun partai," ujarnya.

"Kedua, karena kita sadar bahwa tanah itu bukan milik pribadi tapi milik partai, maka kita mau melepaskannya kepada Whisnu selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya bukan sebagai ahli waris Pak Tjip," kata Saleh.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Alasan ketiga kata Ketua DPC PDIP Surabaya era Wali Kota Bambang DH ini, hasil penjualan tanah lebih dari Rp 4 miliar itu bukan untuk warisan keluarga Pak Tjip.

"Penjualan tanah lebih dari Rp 4 miliar dan semua diserahkan lewat Pak Jamhadi untuk diserahkan kepada Ketua DPC bukan kepada Keluarga almarhum Pak Tjip sehingga menjadi aneh bila kemudian dana itu diperlakukan sebagai warisan almarhum Pak Tjip," terangnya.

Sebelumnya, Jagad Hariseno sebagai kakak mantan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sudah memberikan klarifikasi soal dana pembangunan Kantor PDIP Surabaya.

Jagad Hariseno terpaksa bicara karena persoalan itu menyangkut keluarganya.

Whisnu dan Seno-Jagad Hariseno adalah putra almarhum Soetjipto Soedjono adalah mantan Sekjen DPP PDIP. Seno membantah tudingan yang disampaikan Saleh Mukadar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Masalah Bang Saleh menuduh WS (Whisnu Sakti) menggelapkan atau menerima uang dalam urusan kantor DPC yang di Pandegiling yang sebelah timur, itu sebenarnya yang disampaikan Bang Saleh Mukadar itu tidak benar," kata Seno di Surabaya, Jumat (21/2/2020).

Saleh juga mendapat informasi jika ada salah satu tokoh di Surabaya memberikan dana disaat Whisnu menjadi ketua DPC sebesar Rp 6 miliar.

Seno menegaskan, klaim dari Saleh Mukadar mendapatkan uang miliaran rupiah dari penjualan lahan di Pandegiling adalah tidak benar.

"Jadi untuk Pak Saleh Mukadar mengklaim puluhan miliar atau berapa, jujur saya tidak tahu berapa transaksinya. Kalau sampai Rp 10 miliar yang mungkin mungkin saja. Itu bisa ditanyakan ke Pak Saleh Mukadar, Bambang DH dan Jamhadi," tegasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.