Minggu, 07 Jun 2026 17:34 WIB

Piala Gubernur Jatim 2020

Melihat Dampak Kerusuhan Antar Suporter di Kota Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 19 Feb 2020 13:35 WIB
Sejumlah motor terbakar akibat kerusuhan antar suporter di Kota Blitar
Sejumlah motor terbakar akibat kerusuhan antar suporter di Kota Blitar

jatimnow.com - Pascakerusuhan antar suporter di luar Stadion Soeprijadi Kota Blitar, kepolisian melakukan pendataan dan identifikasi sejumlah kerusakan. Tercatat ada 13 kendaraan yang rusak.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard Sinambela mengatakan, jumlah motor yang rusak terdiri dari 2 unit terbakar habis, 6 unit terbakar sebagian dan 5 unit dirusak.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Kemudian ada tiga motor lain tertinggal. Mungkin massa yang bentrok lari, sehingga ditinggal. Kondisi tiga motor ini utuh hanya lecet sedikit," terang Leonard, Rabu (19/2/2020).

"Kami menghimbau pemiliknya silahkan datang dengan membawa bukti kepemilikan. Yang kondisinya bisa kita identifikasi, akan kami koordinasikan dengan Pemprov (Jawa Timur) dan sudah ada statement terkait upaya ganti rugi kerusakan," tambahnya.

Untuk kerusakan mobil, Leonard mengaku belum ada pemilik yang melapor. Warga juga diminta untuk melapor bila ada kerusakan mobil maupun kerugian lain yang ditimbulkan akibat kerusuhan pada Selasa (18/2/2020) tersebut.

Untuk korban luka, dari yang sebelumnya dilaporkan dua orang, bertambah menjadi empat orang. Satu di antaranya sudah menjalani rawat jalan.

Baca juga:  

Sedangkan informasi penjarahan yang dilakukan suporter, Leonard menegaska hingga hari ini belum ada yang melapor. Warga yang merasa dirugikan diminta untuk segera melapor ke polisi maupun ke Pemkot Blitar.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Sejumlah suporter dievakuasi menggunakan truk untuk diantar ke tempat asalnyaSejumlah suporter dievakuasi menggunakan truk untuk diantar ke tempat asalnya

Alumni AKPOL 2000 ini mengakui terjadi gesekan susulan antara suporter dengan warga di beberapa titik. Titik terparah ada di sekitar Jalan Bengawan Solo di Simpang Empat Pasar Pahing dan di Simpang empat Poluhan, Srengat.

Gesekan itu terjadi saat petugas mengevakuasi sisa suporter menuju Surabaya. Suporter yang tertinggal itu diangkut petugas menggunakan kendaran terbuka.

"Kami evakuasi mereka menggunakan 17 truk menuju Surabaya," tegas Leonard.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Meski begitu, mantan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ini menyatakan bahwa semua personel keamanan yang terlibat saat itu menjalankan tugas dengan baik. Semua bergerak cepat sehingga kerusuhan dapat diredam dengan cepat dan tidak sampai meluas.

Kerusuhan di luar stadion tidak mengganggu jalannya pertandingan antara Persebaya dan Arema FC saat itu. Sebab selain tanpa penonton, petugas keamanan juga menjaga ketat pintu masuk stadion sehingga para suporter tidak sampai masuk ke dalam stadion.

Pertandingan semifinal itu dimenangkan Persebaya setelah mengalahkan Arema FC dengan skor 4-2. Persebaya akan bertemu Persija di Final Piala Gubernur Jatim pada Kamis (20/02/2020) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.