Selasa, 28 Jul 2026 02:42 WIB

Sidak Rumah Pijat di Jalan Tunjungan Surabaya, Anggota DPRD Dibentak

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krisna bersama rombongan saat tiba di rumah pijat Jalan Tunjungan
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krisna bersama rombongan saat tiba di rumah pijat Jalan Tunjungan

jatimnow.com - Sebuah rumah pijat di Jalan Tunjungan disidak oleh Komisi A DPRD Kota Surabaya, Selasa (11/2/2020). Banyak hal yang ditemui para anggota dewan dalam sidak tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krisna mengatakan, saat sampai di lokasi, mereka mendapati lima cewek sedang duduk di sofa lantai dasar. Ayu dan rombongan hanya disambut seorang pegawai.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Pada saat kita datang, mereka bentak-bentak. Mereka minta surat tugas. Lha mana ada dewan sidak pakai surat tugas," terang Ayu.

Kemudian, Ayu dan rombongan bertanya soal manajer dan izin rumah pijat tersebut. Namun pegawai itu berbelit-belit.

"Pertama kita tanyain izinnya, dia bilang nggak tau. Yang mengang yang punya. Terus kita bilang coba telepon yang punya atau manajer, katanya nggak ada manajer," jelas politisi Partai Golkar ini.

Sidak Komisi A DPRD Kota Surabaya di rumah pijat Jalan TunjunganSidak Komisi A DPRD Kota Surabaya di rumah pijat Jalan Tunjungan

Setelah itu, Ayu dan rombongan menuju lantai atas. Di lantai ini, ada 28 kamar lengkap pintu dan kamar mandi.

"Di sana ada satu kamar yang tertutup, entah lagi berbuat entah apa, ya kita nggak tahu. Kita juga tidak menggedor ya, karena kita bukan polisi," paparnya.

Ayu dan rombongan kembali ke lantai dasar. Ia kemudian bertanya kepada salah satu pegawai.

"Kita juga tanya pada satu pegawai yang telah kerja 12 tahun di sana. Ditanya biasanya di sini ini pijat aja atau gimana? Ya dia jawab, ya pijat ya plus-plus," ujarnya.

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

"Ini izinnya apa dulu, massage atau karaoke atau apa hiburanya. Kalau massage lah kok ada plus-plusnya. Mana ada perizinan massage plus-plus, kan gak ada kan," sambung Ayu.

Ayu juga menyebut bahwa rumah pijat yang dikenal dengan nama Symphoni itu buka mulai jam 12.00 siang.

Sidak Komisi A DPRD Kota Surabaya di rumah pijat Jalan TunjunganSidak Komisi A DPRD Kota Surabaya di rumah pijat Jalan Tunjungan

"Kalau massage plus-plus bukanya jam 12 siang, kan bahaya kan jika orang gak ngantor. Kalau orang gak ngantor, bojone (istrinya) parah mas, nggak bisa masak, dapurnya gak ngebul dong," paparnya.

Sampai pukul 18.00 Wib, Ayu mengaku belum mengantongi nama manajer rumah pijat tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Hasil sidak ini nanti kita jadikan bahan untuk hearing. Nantinya kita akan panggil (manajemen panti pijat Jalan Tunjungan), karena izin, karena ketidaksopanannya tadi, bohongnya juga, kan gitu," tegasnya.

Selain manajer rumah pijat tersebut, lanjut Ayu, Komisi A juga akan memanggi Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya.

"Kita jadwalkan hearing dalam minggu depan," tandasnya.

Ia juga memastikan akan melakukan sidak serupa ke semua rumah pijat di Surabaya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.