Rabu, 10 Jun 2026 13:37 WIB

Bupati Bojonegoro Ikuti Tabligh Akbar di Malaysia

  • Penulis :
  • | Selasa, 01 Mei 2018 22:52 WIB
 Bupati Bojonegoro Suyoto/Foto: Istimewa
Bupati Bojonegoro Suyoto/Foto: Istimewa

 jatimnow.com - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur yang juga tokoh Muhammadiyah, Suyoto, menghadiri tabligh akbar di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa. Selasa(1/5/2018.

Bupati Bojonegoro dua periode tersebut hadir bersama anggota Fraksi PAN DPRD Jawa Timur Husnul Aqib memenuhi undangan Keluarga Besar Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa Aisyiyah (PRIA) se-Malaysia.

Turut hadir Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agus Badrul Jamal, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia Dr Sonny Zulhuda, Atase Dikbud Prof Dr Ari Purbayanto serta sejumlah undangan ormas dan partai politik.

Selain ceramah, acara diisi dengan pelantikan PRIM Kampung Baru dan Ampang beserta pengurus Aisyiyah serta pelantikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malaysia oleh pengurus DPP IMM Ratu Syaila.

Pada acara yang bersamaan dengan hari libur dalam rangka Hari Buruh Internasional tersebut, Suyoto banyak memberikan motivasi tentang Kemuhammadiyahan, kebangsaan dan kilas balik keberhasilannya terpilih menjadi Bupati Bojonegoro serta kesuksesannya saat memimpin daerah tersebut.

Dia mengulas tentang kondisi birokrasi dan ulama saat Orde Baru dan perubahan saat era reformasi.

"Sekarang perjuangannya memakai pemilu. Pemilihan presiden dan pemilihan legislatif adalah sarana untuk merebut kekuasaan," katanya.

Suyoto memandang posisi Muhammadiyah sebagai organisasi hendaklah seperti sekarang yang tidak terlibat politik praktis.

"Tetapi kalau individu-individunya mempunyai peluang merebut kekuasaan maka harus direbut. Rebut BUMN, yudikatif, legislatif. Tidak cukup hanya dengan peduli. Tidak cukup hanya kutbah dan menjadi pengamat," katanya.

Dia mengatakan, menjadi TKI, eksekutif, legislatif dan profesional hendaklah yang berkemajuan, yakni kiprahnya bisa dilihat orang lain dan paling banyak berkarya.

"Ruang sudah terbuka lebar, sekarang era demokrasi, kompetisi terbuka. Kalau ingin mengatur kehidupan publik tetapi hanya mau menjadi pengamat dan penonton maka nggak cocok. Politik adalah alat mengatur kehidupan publik," katanya.

Editor: Budi Sugiharto
Sumber: Antara

Baca Juga: Kompetisi Tukang Bangunan Menuju Panggung Internasional Hadir di Surabaya

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.