Senin, 27 Jul 2026 19:02 WIB

Penanganan 'Banjir' oleh Pemkot Surabaya Dipertanyakan

Banjir di Wonocolo III, Surabaya pada Jumat (31/1/2020) malam
Banjir di Wonocolo III, Surabaya pada Jumat (31/1/2020) malam

jatimnow.com - Penanganan banjir yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dipertanyakan DPRD Surabaya. Sebab, anggaran untuk penanganan banjir setiap tahunnya meningkat, tetapi banjir masih saja terjadi setiap musim penghujan datang.

"Anggaran selama ini tiap tahun ditingkatkan. Tapi banjirnya juga terus meningkat," ujar anggota Komisi A DPRD Surabaya M Machmud, Jumat (31/1/2020) malam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Terbaru, hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak sore hingga malam, Jumat (31/1/2020), membuat sejumlah wilayah hingga jalan protokol terendam banjir. Akibatnya, kemacetan terjadi di mana-mana.

Banjir bahkan tercatat terjadi di beberapa titik di pusat kota, termasuk kawasan Jalan Ahmad Yani dan Ketintang. Padahal kawasan tersebut selama ini sudah dibangun gorong-gorong cukup besar.

Baca juga: 

Machmud mempersoalkan penanganan banjir oleh Pemkot Surabaya, setelah dirinya menerima banyak keluhan dari warga.

Kemacetan terjadi di Flyover Wonokromo maupun jalan di bawahnya pada Jumat (31/1/2020) malamKemacetan terjadi di Flyover Wonokromo maupun jalan di bawahnya pada Jumat (31/1/2020) malam

"Ponsel saya bunyi terus. Warga kirim foto dan video melaporkan banjir parah di dearahnya. Kasihan," tuturnya.

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

Dia menilai pemkot tidak seperti yang digambarkan beberapa akun-akun di media sosial (medsos) selama ini.

"Kalau di medsos kan sering digambarkan responsif. Faktanya tadi seperti itu. Sebenarnya kalau responsif ketika hujan sudah langsung melakukan antisipasinya," ujar politisi asal daerah pemilihan Surabaya V itu.

Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini juga menyebut, apa yang dilakukan pemkot terkesan hanya memindahkan titik banjir.

"Sekarang anggarannya diajukan untuk titik ini. Eh nanti banjirnya parah di titik yang lain," bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Politisi Partai Demokrat ini menyebut bahwa ada yang salah dari Pemkot Surabaya. Menurutnya, hal tersebut menujukkan perencanaan yang tidak benar.

"Gak pinter itu orang-orang di bagian perencanaan kota," ujar mantan jurnalis ini.

Ia berharap, kinerja Pemkot Surabaya benar-benar didasarkan pada perencanaan yang matang. Bukan sekadar pada pencitraan ke publik.

"Sebab kalau sudah banjir seperti ini, kelihatan yang sesungguhnya. Kinerjanya benar atau pencitraan saja. Kasihan warga," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.