Kamis, 11 Jun 2026 05:33 WIB

Geger, Warna Air di Saluran GKB Gresik Berubah Jadi Orange

Air di saluran GKB Gresik yang berubah warna jadi orange
Air di saluran GKB Gresik yang berubah warna jadi orange

jatimnow.com - Warga yang berada di Jalan Bali dan Jalan Sambas Komplek Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Manyar, Gresik, geger dengan berubahnya warna air di saluran menjadi orange atau jingga.

Suti, warga Jalan Sambas GKB mengaku kaget saat melintas di jembatan penghubung antara Jalan Sambas dan Jalan Bali air di saluran tersebut berubah warna.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Narkotika Madura-Gresik, Sita 200 Gram Sabu

"Saya kaget saat melintas jembatan kok warna airnya orange. Seketika itu saya beritahu para tetangga," katanya, Kamis (30/1/2020).

Sementara Sukindar warga Jalan Bali GKB mengatakan bahwa berubahnya warna air di saluran tersebut mulai pukul 14.00 Wib.

"Saya dan beberapa warga lain kemudian menelusuri apa dan dari mana sumber pencemaran ini," kata Sukindar.

Setelah dilakukan penelusuran ternyata penyebab pencemaran berasal dari gudang PT Petrokopindo Cipta Selaras (PCS), yang berlokasi Kawasan Industri Gresik (KIG) no I4-6.

Direktur operasional PT PCS, Mardada mengatakan bahwa kejadian ini dikarenakan ada sisa pigmen pewarna pupuk urea dan ZA di salah satu drum yang kemudian tercampur dengan air hujan tumpah.

Baca Juga: Polisi Ringkus 2 Maling Motor di Sidokumpul Gresik, Pelaku Sempat Ganti Warna Bodi

"Kemungkinan drum tersebut tidak sengaja tersenggol mobil forklift sehingga tumpah kemudian mengalir ke selokan," kata Mardada.

Ia menambahkan bahwa tumpahan pigmen tersebut dalam kategori aman.

"Jenis pigmen pewarna ini water base atau berbasis air sehingga saya jamin aman," jelasnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) beserta Tipiter Polres Gresik yang turun ke lokasi kejadian tidak mau percaya begitu saja.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Kecurigaan dimulai dari bekas telapak tangan berwarna orange yang menempel di dinding di sudut bangunan gedung yang terdapat tumpukan kayu.

Setelah tumpukan kayu dibuka ditemukan lubang yang diduga menjadi jalur aliran limbah menuju selokan warga.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Bahtiar Gunawan mengatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan data fakta di lapangan sekaligus mengambil sampel air yang tercemar.

"Kami akan lakukan penelitian di laboratorium. Dan besok kami akan panggil perwakilan PT PCS untuk menjelaskan detil kejadian ini," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.