Senin, 27 Jul 2026 17:18 WIB

Geger, Warna Air di Saluran GKB Gresik Berubah Jadi Orange

Air di saluran GKB Gresik yang berubah warna jadi orange
Air di saluran GKB Gresik yang berubah warna jadi orange

jatimnow.com - Warga yang berada di Jalan Bali dan Jalan Sambas Komplek Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Manyar, Gresik, geger dengan berubahnya warna air di saluran menjadi orange atau jingga.

Suti, warga Jalan Sambas GKB mengaku kaget saat melintas di jembatan penghubung antara Jalan Sambas dan Jalan Bali air di saluran tersebut berubah warna.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

"Saya kaget saat melintas jembatan kok warna airnya orange. Seketika itu saya beritahu para tetangga," katanya, Kamis (30/1/2020).

Sementara Sukindar warga Jalan Bali GKB mengatakan bahwa berubahnya warna air di saluran tersebut mulai pukul 14.00 Wib.

"Saya dan beberapa warga lain kemudian menelusuri apa dan dari mana sumber pencemaran ini," kata Sukindar.

Setelah dilakukan penelusuran ternyata penyebab pencemaran berasal dari gudang PT Petrokopindo Cipta Selaras (PCS), yang berlokasi Kawasan Industri Gresik (KIG) no I4-6.

Direktur operasional PT PCS, Mardada mengatakan bahwa kejadian ini dikarenakan ada sisa pigmen pewarna pupuk urea dan ZA di salah satu drum yang kemudian tercampur dengan air hujan tumpah.

Baca Juga: Staf PMD Gresik Jadi Tersangka Penipuan PPPK, Janjikan Lolos Lewat Jalur Dalam

"Kemungkinan drum tersebut tidak sengaja tersenggol mobil forklift sehingga tumpah kemudian mengalir ke selokan," kata Mardada.

Ia menambahkan bahwa tumpahan pigmen tersebut dalam kategori aman.

"Jenis pigmen pewarna ini water base atau berbasis air sehingga saya jamin aman," jelasnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) beserta Tipiter Polres Gresik yang turun ke lokasi kejadian tidak mau percaya begitu saja.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Kecurigaan dimulai dari bekas telapak tangan berwarna orange yang menempel di dinding di sudut bangunan gedung yang terdapat tumpukan kayu.

Setelah tumpukan kayu dibuka ditemukan lubang yang diduga menjadi jalur aliran limbah menuju selokan warga.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Bahtiar Gunawan mengatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan data fakta di lapangan sekaligus mengambil sampel air yang tercemar.

"Kami akan lakukan penelitian di laboratorium. Dan besok kami akan panggil perwakilan PT PCS untuk menjelaskan detil kejadian ini," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.