Kamis, 23 Jul 2026 17:54 WIB

Ketika PDIP Surabaya Menyambut Hari Raya Imlek

Suasana pusat berbelanjaan Tunjungan Plaza Surabaya saat menyambut Hari Raya Imlek
Suasana pusat berbelanjaan Tunjungan Plaza Surabaya saat menyambut Hari Raya Imlek

jatimnow.com - PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya berharap Tahun Baru Imlek 2571 pada Sabtu, 25 Januari 2020, menjadi momentum untuk memperkuat semangat keindonesiaan dalam balutan kebhinnekaan yang kental.

"Selamat Tahun Baru Imlek. Gong xi fat cai. Semoga kesehatan, umur panjang dan kemakmuran selalu menyertai perjalanan kita di Tahun Tikus Logam ini dan pada masa-masa mendatang," ungkap Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Menurut Adi, PDIP Surabaya turut menyemarakkan Tahun Baru Imlek tahun ini dengan memasang ucapan selamat melalui berbagai media, mulai baliho hingga media sosial.

"Seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya dan semua kader serta simpatisan juga kami ajak untuk memberi ucapan selamat tahun baru Imlek kepada masyarakat Tionghoa yang merayakannya," jelas Adi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya ini.

Adi melanjutkan, kader PDIP Surabaya bisa ikut membantu masyarakat Tionghoa dalam menyiapkan perayaan Imlek.

"Bisa ikut gotong royong membantu menyiapkan lampu-lampu lampion, menyemarakkan pertunjukan barongsai, membikin kue keranjang, pohon Mei Hua, hiasan gantung dan berbagai pernak-pernik Imlek lainnya," ujar Adi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Gotong royong para kader PDIP itu, menurut Adi, merupakan salah satu wujud nyata komitmen partai berlambang banteng tersebut untuk membangun jembatan persaudaraan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa melihat latar belakang agama, etnis maupun suku.

"PDI Perjuangan didesain menjadi rumah kebangsaan yang ramah bagi semua," tambahnya.

Dia menjelaskan, Presiden Sukarno sejak awal telah membangun Indonesia sebagai rumah bersama tanpa melihat latar belakang SARA. Di era Bung Karno, pada tahun ajaran 1946/1947, tiga hari besar masyarakat Tionghoa, termasuk Imlek, dijadikan hari libur resmi. Namun, pada era orde baru, seluruh ekspresi kebudayaan masyarakat Tionghoa dilarang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kemudian pada 17 Januari 2000, Gus Dur mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres No 14/1967 yang dibuat Soeharto tentang agama, kepercayaan dan adat istiadat China. Sehingga masyarakat Tionghoa kembali dapat merayakan Imlek di ruang publik.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai presiden ke-5 RI kemudian menyempurnakan keputusan Gus Dur dengan menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional pada 2003.

"Pesan Bu Mega, mari jadikan Indonesia sebagai taman sari kehidupan kebangsaan yang indah. Maka mari bangun jembatan persaudaraan dengan semuanya," tandas Adi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.