Senin, 27 Jul 2026 07:31 WIB

Landmark Gajah Mungkur di Gresik Diprotes Ahli Waris

Landmark Replika Rumah Gajah Mungkur di Perlimaan Sukorame Gresik
Landmark Replika Rumah Gajah Mungkur di Perlimaan Sukorame Gresik

jatimnow.com - Pembangunan landmark baru berbentuk replika Rumah Gajah Mungkur yang terletak di Perlimaan Petro, Sukorame, Gresik, memantik pro dan kontra masyarakat, terutama dalam hal perencanaan.

Salah satu pihak yang merasa paling dirugikan adalah ahli waris Rumah Gajah Mungkur, sebuah bangunan kuno era kolonial yang dibangun pada tahun 1896 yang terletak di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem No. 38, Kemuteran, Pekelingan, Gresik.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

"Kami merasa dilangkahi karena sejauh ini pihak yang berwenang belum meminta izin kepada kami selaku ahli waris," terang salah satu ahli waris Rumah Gajah Mungkur, Akhmad Choiri, Jumat (17/1/2020).

Choiri menjelaskan bahwa bangunan Rumah Gajah Mungkur tersebut adalah milik pribadi keluarganya. Etikanya, lanjut Choiri, jika ada pihak lain yang menggunakan nama maupun bentuknya, seharusnya meminta izin terlebih dulu kepada pemiliknya.

Akhmad Choiri ahli waris Rumah Gajah Mungkur berpose di patung gajah mungkur yang asliAkhmad Choiri ahli waris Rumah Gajah Mungkur berpose di patung gajah mungkur yang asli

Baca Juga: Staf PMD Gresik Jadi Tersangka Penipuan PPPK, Janjikan Lolos Lewat Jalur Dalam

"Kalau seperti itu, Pemkab (Gresik) saya ibaratkan orang yang tidak dikenal kemudian masuk ke rumah kami tanpa izin. Itukan sama saja dengan merusak tatanan," keluh pria yang berprofesi sebagai pedagang batik ini.

Choiri juga mengungkapkan jika memang selama ini Pemkab Gresik ingin menjadikan Rumah Gajah Mungkur sebagai salah satu ikon Gresik. Pihaknya pun tidak keberatan asalkan dalam perencanaannya dibicarakan dengan baik.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

"Aneh saja, ikut merawat saja tidak kok ikut mengakui. Sebenarnya kami ini tidak sulit. Tapi jangan dibuat sulit. Sekarang kami tunggu saja itikat baik dari pemkab untuk menyelesaikan permasalahan ini," harap Choiri.

Sekedar diketahui, pembangunan landmark Rumah Gajah Mungkur ini dibangun Pemkab Gresik menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari PT. Petrokimia Gresik senilai Rp 1 miliar.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.