Kamis, 11 Jun 2026 09:28 WIB

Cara Mencegah Penyakit akibat Banjir

  • Penulis :
  • | Jumat, 17 Jan 2020 11:10 WIB
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Ilustrasi/Foto: Istimewa

jatimnow.com - Musim hujan selalu identik dengan banjir dan genangan air, apalagi di Kota Metroloplitan. Tidak hanya merusak harta benda, seperti rumah dan kendaraan, banjir juga bisa menimbulkan meningkatnya risiko berbagai penyakit.

Sebab, banjir menjadi kondisi terbaik bagi bakteri dan virus untuk berkembang biak dan menularkan penyakitnya. Saat banjir terjadi, hewan pembawa penyakit seperti tikus hingga nyamuk, semakin banyak dan aktif.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Berikut beberapa penyakit yang berpotensi bermunculan pascabanjir:

1. Leptospirosis
Penyakit ini umum juga disebut dengan istilah kencing tikus. Leptospirosis disebabkan oleh air banjir yang bercampur dengan air seni tikus yang bercampur dengan genangan air.

Gejala awal yaitu tubuh menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, mual-muntah dan timbul ruam pada kulit setelah beberapa lama muncul gejala spesifik seperti nyeri di daerah betis terutama jika betis ditekan.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Leptospirosis ini merupakan penyakit berbahaya dan dapat merusak organ dalam, jangan sampai terlambat untuk diobati.

2. Diare dan demam tifoid (tipes)
Kedua penyakit ini disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri. Kondisi kebersihan yang minim terutama kebersihan air minum juga berkontribusi terhadap berkembangnya diare dan demam tifoid

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

3. Demam berdarah dengue (DBD)
Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini sangat mudah mewabah saat musim penghujan. Ketika banyak genangan air, nyamuk berkembang biak dengan sangat gencar. Negara kita telah beberapa kali mendapatkan kejadian luar biasa Demam Berdarah Dengue. Gejala utamanya yaitu demam tinggi dan malaise (nafsu makan berkurang, badan lemas)

Beberapa cara untuk mencegah penyakit saat banjir di antaranya:
- Menjauhkan dari aktivitas bermain di dalam air banjir.
- Tidak merendam kaki dalam air banjir secara langsung.
- Gunakan sarung tangan dan sepatu bot saat harus beraktivitas di tengah air banjir.
- Gunakan masker saat membersihkan rumah dari sisa banjir.
- Hindari luka terbuka yang berpotensi jadi akses masuknya kuman.
- Konsumsi makanan dan minuman yang higienis.
- Selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah makan.
- Siapkan persediaan obat-obatan sederhana seperti penurun panas, obat lambung, obat diare, serta vitamin penjaga imun tubuh.
- Jika keluhan berlanjut, segera hubungi dokter.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.