Minggu, 07 Jun 2026 16:26 WIB

Pembangunan Kampung Surabaya, DPRD Minta Warga Manfaatkan Musrenbang

Gedung DPRD Surabaya/ foto dokumen
Gedung DPRD Surabaya/ foto dokumen

jatimnow.com - Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono minta para pengurus RT, RW, dan LPMK di Kota Pahlawan untuk terampil memimpin kampung sabar mendampingi warga menghadapi persoalan.

Itu disampaikan Adi Sutarwijono dalam acara pisah-sambut Ketua RW 02 Kelurahan Kedungbaruk, Kecamatan Rungkut, Senin (30/12/2019) malam.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

"Yang sabar momong warga. Bekerja dengan baik dan benar saja, masih ada yang maido. Apalagi kalau salah. Jadi, yang sabar,” kata Adi, saat memberikan sambutan.

Ketua RW 02 Kedungbaruk, yang baru terpilih, adalah Mohammad Kholis. Ketua lama, Sugiono, terpilih Ketua LPMK Kedungbaruk.

Hadir Lurah Kedungbaruk Fajar Basuki, Ketua LPMK Sugiono dan Ketua-Ketua RW di wilayah Kedungbaruk, Ketua-Ketua RT, ibu-ibu kader PKK dan pemantau jentik, serta warga setempat. Juga hadir Babinsa dan Babinkamtibmas Kedungbaruk.

Adi mengutip ajaran kepemimpinan tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantoro. Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

"Di depan, bisa menjadi teladan. Di tengah-tengah bisa membangun kehendak bersama, semangat bersama. Dan, di belakang, bisa rendah hati mengikuti kehendak warga," ujar Adi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya itu.

Ia mengaku banyak mendengar berbagai suka-duka menjadi Ketua RT dan Ketua RW di kampung. Apalagi menghadapi berbagai macam watak warga.

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

"Menjadi Ketua RT, Ketua RW, juga Ketua LPMK tidak bisa terlalu kencang atau keras. Juga tidak bisa terlalu kendor, acuh tak acuh. Jadi, secara terampil, harus terus-menerus mencari setelan yang pas, seperti kalau gitaris sedang menyetel senar gitarnya," pintanya.

"Jadi, kalau tidak didasari jiwa pengabdian, melayani warga, tidak mungkin bakal tahan memimpin warga," imbuhnya.

Ia kembali mengingatkan, tahun 2020, honor Ketua RT, Ketua RW dan Ketua LPMK di Kota Surabaya bakal naik Rp 100 ribu sebulan. Menjadi, honor Ketua RT Rp 500 ribu sebulan, Ketua RW Rp 600 ribu dan Ketua LPMK Rp 700 ribu.

"Itu sudah disepakati DPRD bersama Wali Kota Bu Risma dalam pengesahan APBD tahun 2020 pada 10 Nopember 2019 lalu," terangnya.

Baca Juga: Cara Politisi Gerindra Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Ojol Moment Idul Adha

Adi menambahkan, tahun 2020, di Kota Surabaya sudah digelontorkan Anggaran Kelurahan Rp 576 Miliar. Nilai itu 5 persen dari APBD tahun 2020 sebesar Rp 10,3 Triliun.

Anggaran itu dibagi 154 kelurahan, sehingga diproyeksikan per kelurahan. rata-rata Rp 3,5-4 miliar. Jika anggaran itu dibagi jumlah RW, maka per RW kebagian pagu anggaran Rp 300 juta-Rp 400 juta.

Plot Anggaran Kelurahan harus melalui rembuk pengurus kampung dan lurah, dalam forum Musrenbang.

"Maka, saran saya, manfaatkan forum Musrenbang untuk usul pembangunan yang menjadi aspirasi warga," kata Adi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.