Selasa, 09 Jun 2026 03:05 WIB

Jejak Gajah Mada di Lamongan

Bupati Lamongan Fadeli saat hadir dalam Seminar Sejarah PU Gajah Mada Putra Lamongan di Pendopo Lokatantra, Rabu (4/12/2019)
Bupati Lamongan Fadeli saat hadir dalam Seminar Sejarah PU Gajah Mada Putra Lamongan di Pendopo Lokatantra, Rabu (4/12/2019)

jatimnow.com - Siapa tak kenal Gajah Mada. Sosok yang selalu mengingatkan orang pada Sumpah Amukti Palapa, pemersatu Nusantara, hingga peristiwa berdarah di Alun-alun Bubat.

Namun siapa sangka sosok Perdana Menteri Kemaharajaan Majapahit yang dikenal sebagai panglima perang yang selalu unggul dalam pertempuran itu adalah seorang negarawan, intelektual hukum dan birokrat yang ulung.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan sejarawan yang juga Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU Agus Sunyoto, terungkap sejumlah fakta baru tentang Gajah Mada.

Versi Agus Sunyoto, aturan hukum Kerajaan Majapahit dibuat dari pemikiran Gajah Mada. Itu disampaikannya saat hadir sebagai pembicara dalam Seminar Sejarah PU Gajah Mada Putra Lamongan di Pendopo Lokatantra, Rabu (4/12/2019).

Hal ihwal Gajah Mada sebagai putra Lamongan juga sudah dibukukan oleh Agus Sunyoto dengan judul yang sama. Menurutnya, Gajah Mada-lah yang membuat berbagai norma hukum di era Majapahit. Mulai dari hukum ekonomi pasar, hukuman bagi yang melakukan perzinahan hingga aturan hukum perlindungan terhadap kaum perempuan.

Bupati Lamongan Fadeli dalam Seminar Sejarah PU Gajah Mada Putra Lamongan di Pendopo LokatantraBupati Lamongan Fadeli dalam Seminar Sejarah PU Gajah Mada Putra Lamongan di Pendopo Lokatantra

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Perdana Menteri Gajah Mada menurutnya, membuat aturan dengan sangat detail. Mulai dari hukum perdagangan, yaitu bagi penjual yang melakukan kecurangan akan mendapat hukuman setimpal. Selain itu, juga ada hukuman bagi yang melakukan zina dan hukuman berat terhadap pelecehan seksual.

"Perlindungan terhadap perempuan di masa Gajah Mada luar biasa tingginya, hingga pelaku pemerkosa di hukum mati," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli berharap penuh untuk terus berupaya mengungkap fakta di balik sejarah yang banyak ditulis selama ini. Fakta Gajah Mada lahir di Lamongan dengan nama kecil Joko Modo ditunjukkanya dengan adanya makam ibundanya, Nyi Andong Sari di Dusun Cancing, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Kemudian adanya Situs Sitinggil di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, yang diyakini tempat Joko Modo melakukan ritual ibadah. Serta adanya Prasasti Biluluk yang menegaskan arti penting dan strategis Lamongan di masa lalu.

Fadeli berharap fakta siapa sebenarnya Gajah Mada, terutama semangatnya, dari orang berkasta rendah hingga menjadi menteri besar agar dipahami oleh generasi muda saat ini.

"Upaya menyakinkan bahwa Gajah Mada putra Lamongan tidak boleh berhenti sampai seminar ini saja. Sampaikan kepada masyarakat siapa sebenarnya Gajah Mada, anak-anak Lamongan harus bangga dengan Lamongan yang memiliki arti penting dan strategis di masa Airlangga dan Majapahit," ujar Fadeli.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.