Sabtu, 25 Jul 2026 20:55 WIB

21 Keluarga di Trenggalek Keluar dari Status Miskin

21 keluarga di Kabupaten Trenggalek dinyatakan graduasi mandiri atau keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH)
21 keluarga di Kabupaten Trenggalek dinyatakan graduasi mandiri atau keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH)

jatimnow.com - Sebanyak 21 keluarga di Kabupaten Trenggalek dinyatakan graduasi mandiri atau keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH), karena merasa sudah mentas secara ekonomi.

Dengan menyatakan keluar, 21 keluarga yang dulunya masuk dalam kategori miskin itu sudah menganggap dirinya mampu atau tidak layak lagi menerima manfaat dari program tersebut.

Baca Juga: 449 Jemaah Haji Trenggalek Tiba di Kampung Halaman, 3 Wafat di Tanah Suci

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengaku senang dengan perkembangan tersebut. Menurutnya, langkah itu harus bisa diikuti oleh penerima manfaat PKH lain.

"Kami tentu senang dengan perkembangan ini, di mana warga penerima manfaat program PKH secara sukarela menyatakan telah bisa lepas dari status miskin dan hidup lebih mandiri," terang Bupati Nur Arifin, Minggu (1/12/2019).

Bupati Nur Arifin menjelaskan, dengan adanya keluarga yang menyatakan keluar, berarti intervensi program kemiskinan terhadap penerima manfaat selama ini tidak hanya bersifat pasif saja, melainkan ada upaya aktif untuk mengajak mereka keluar dari belenggu kemiskinan.

21 keluarga di Kabupaten Trenggalek dinyatakan graduasi mandiri atau keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH)21 keluarga di Kabupaten Trenggalek dinyatakan graduasi mandiri atau keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH)

Baca Juga: Ribuan Mitra MBG di Trenggalek Gelar Aksi Damai, Dukung Program Tetap Berlanjut

"Saya merasa terharu dan tersanjung mereka bisa bermental optimistis ke depan. Mereka juga menyatakan bahwasannya mereka sudah tidak layak lagi menjadi penerima manfaat PKH," imbuhnya.

Beberapa dari keluarga ini diketahui sudah punya usaha dan mendeklarasikan diri sebagai wisudawan yang menyatakan dirinya lolos dari kategori miskin. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek ingin menciptakan lapangan pekerjaan dan wirausahawan, yang salah satunya dari perempuan.

"Kami punya program tersebut yang disinkronisasi dalam Rumah Perempuan," ujar Bupati Nur Arifin.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Trenggalek Ratna Sulistyowati menambahkan, saat ini masyarakat kategori miskin yang mendapatkan program PKH di Trenggalek sebesar 32.683 jiwa. Angka tersebut sudah jauh menurun dibanding tahun sebelumnya sebanyak 34.634 jiwa.

"Kita berharap angka ini bisa terus turun dan masyarakat semakin sejahtera," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.