Minggu, 26 Jul 2026 10:38 WIB

Kisah Pemulung di Gresik Sukses Antar Anaknya Jadi Sarjana

Samsuri, pemulung yang sukses mengantar anaknya menjadi sarjana (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Samsuri, pemulung yang sukses mengantar anaknya menjadi sarjana (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bagi Samsuri, Pelabuhan Gresik telah menyatu dengan dirinya. Pria 63 tahun asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah itu menghabiskan hampir separuh hidupnya di sana sebagai buruh angkut dan pemulung.

Saat pertama kali mengadu nasib di Pelabuhan Gresik, Samsuri bekerja sebagai buruh bongkar muat pupuk.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

"Saya dulu masih muda, jadi kuat kerja berat," ucap suami Sutarni itu, Minggu (1/12/2019).

Meski begitu, di saat aktivitas bongkar muat sepi, Samsuri tak mau berdiam diri. Baginya, waktu tak boleh terbuang sia-sia. Dengan menggunakan perahu bekas yang telah dibuang pemiliknya, dia mengelilingi tepi pelabuhan, untuk memungut sampah plastik.

Namun, setelah anak semata wayangnya yaitu Sanusi Hasan lulus kuliah tahun 2012 di Universitas Ronggolawe Tuban, ia tak lagi diperbolehkan untuk bekerja sebagai buruh bongkar muat.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

"Setelah lulus kuliah, anak saya diterima kerja di perusahaan besar di Surabaya. Sejak itu saya tidak boleh lagi bekerja sebagai buruh bongkar muat. Tapi dia mengizinkan saya kerja sebagai pemulung," ungkap Samsuri.

Empat hari sekali pengepul mengambil sampah-sampah plastik yang ditumpuk di rumah kontrakannya.

"Kalau botol dihargai Rp 4 ribu per kilogram, gelas Rp 9 ribu dan plastik bukan kemasan Rp 3 ribu. Yang lumayan mahal itu aluminum, Rp 12 ribu perkilogramnya," bebernya.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

Dalam sekali ambil, Samsuri bisa mendapatkan uang rata-rata Rp 500 ribu. Baginya hasil itu sudah cukup untuk hidup berdua bersama istri. Sementara uang bulanan yang dikirim anaknya, ia tabung.

"Alhamdulillah, kerja keras saya selama ini tidak sia-sia. Kini anak saya sudah bisa membeli rumah dan mobil. Dan yang lebih membuat bahagia adalah kini saya sudah dikaruniai dua cucu," tutup Samsuri.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.