Sabtu, 25 Jul 2026 20:01 WIB

Amankan Pengemis, Petugas Temukan Uang Rp 194 Juta

Ilustrasi pengemis kaya (Foto: republika.co.id)
Ilustrasi pengemis kaya (Foto: republika.co.id)

jatimnow.com - Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menjaring seorang pengemis yang membawa uang Rp 194 juta. Uang dalam tas ransel itu terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan 50 ribu.

Petugas P3S Muhammad Yunus mengungkapkan, pengemis bernama Muklis mengaku berasal dari Sungai Penuh, Jambi. Ia kepergok mengemis di depan bank swasta di kawasan Gandaria, oleh petugas P3S.

Baca Juga: TNI-Polri Geledah Blok Hunian Wanita di Rutan Probolinggo

Saat hendak ditangkap pada Jumat (29/11/2019), Muklis masuk ke dalam bank dengan alasan ingin menukarkan uang tersebut. Saat itu, petugas P3S pun menunggu Muklis keluar dari bank swasta.

Muklis kerap menukarkan maupun menyetor uang dari hasil mengemisnya ke bank.

"Jadi berapapun hasil mengemis, ia langsung tukarkan atau disetorkan ke bank," terang Yunus.

Saat ditanya petugas, Muklis mengaku bahwa uang itu berasal dari usahanya berdagang dan bekerja di Jakarta.

Plt Kepala Sudin Sosial Jakarta Selatan Mursidin menambahkan, pemantauan yang dilakukan memang sesuai arahan Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Selatan agar intens dilakukan, terutama menjelang akhir pekan.

"Jadi memang sesuai arahan Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta dan Wali Kota, kami rutin melakukan penjangkauan. Nah, pagi tadi, Muklis ini terjangkau tim P3S," terang Mursidin, saat dikonfirmasi (29/11/2019) malam.

Baca Juga: Tim Kalamunyeng Amankan Puluhan Botol Miras dan Rokok Ilegal di Benjeng Gresik

Ini merupakan penjangkauan kedua bagi Muklis. Pada 2017, ia pernah dijangkau petugas dengan membawa uang Rp 86 juta.

"Waktu itu sudah dijemput oleh keluarganya. Tapi sekarang ia terjangkau lagi oleh petugas," ungkap Mursidin.

Saat ini Muklis dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 1 untuk diberikan pembinaan. Terkait uang yang dibawa, sementara diamankan dulu di panti tersebut.

"Uangnya diamankan oleh pihak panti. Sembari Muklis diberikan pembinaan. Kalau memang nanti ada keluarganya menjemput, uang itu kami kembalikan," ujarnya.

Baca Juga: 25 Truk ODOL di Ponorogo Terjaring Razia, 2 Sopir Kabur

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.