Jumat, 12 Jun 2026 20:55 WIB

Cara Mencegah Stunting ala Istri Bupati Trenggalek

Novita Hardini, istri Bupati Trenggalek Nur Arifin terus berjuang menekan angka stunting
Novita Hardini, istri Bupati Trenggalek Nur Arifin terus berjuang menekan angka stunting

jatimnow.com - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini Mochamad menyebut bila persoalan stunting tidak hanya sekedar permasalahan perbaikan gizi saja, melainkan perlu ada kesadaran bersama untuk mencegahnya.

Meskipun angka stunting di kabupaten tempat suaminya memimpin itu cenderung turun, tapi upaya pencegahan stunting tetap menjadi fokus. Apalagi Stunting juga menjadi isu strategis nasional untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Yang jelas tidak bisa ditanggung oleh satu instansi saja. Tapi perlu kerjasama dengan semua pihak untuk penyadaran terhadap masyarakat," tutur istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ini dalam kegiatan Kesatuan Gerak PKK di Kecamatan Panggu, Rabu (27/11/2019).

"Kadang masyarakat masih enggan dinasehati karena ada budaya yang masih melekat di lingkungannya. Maka dari itu, kita harus bekerjasama untuk menyadarkan masyarakat," sambung Novita.

Novita Hardini dalam kegiatan Kesatuan Gerak PKK di Kecamatan Panggu, Kabupaten TrenggalekNovita Hardini dalam kegiatan Kesatuan Gerak PKK di Kecamatan Panggu, Kabupaten Trenggalek

Novita berencana mengumpulkan duta-duta yang ada. Sedangkan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk mensinergikan para duta-duta itu agar memiliki tugas yang jelas untuk bisa turun di masyarakat dengan berbekal materi-materi yang bagus untuk disosialisasikan kepara remaja, anak sekolah, sehingga terhindar dari hubungan seks pranikah.

Baca Juga: Mulai Sore Ini Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Ditutup Total

Termasuk, lanjutnya, menikah itu tidak hanya soal cinta, melainkan juga terkait dengan tanggungjawab yang harus diemban.

"Ini yang harus diedukasi oleh teman sebaya, tidak hanya melalui dinas saja, melainkan perlu kita sinergikan dengan yang lain," jelas Novita.

Novita tidak menampik bila angka stunting di Trenggalek masih banyak. Namun angkanya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Sedangkan angka kematian ibu melahirkan, juga terus menurun.

Baca Juga: Ambil Sumpah dan Janji 88 PNS Formasi 2024, Ini Pesan Wabup Trenggalek

"Prioritasnya sekarang, bagaimana anak remaja diedukasi untuk tidak menikah dini dan ibu hamil harus selalu dikontrol perkembangannya. Kalau perlu lakukan jemput bola bila ada ibu hamil yang tidak mau memeriksakan kandungannya," tandasnya.

Berdasar hasil bulan timbang Agustus 2018, angka stunting di Kabupaten Trenggalek sebanyak 5.578 anak atau 14.98 persen. Sedangkan di tahun 2019, mengalami penurunan menjadi 4.957 anak atau 13.39 persen.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.