Rabu, 29 Jul 2026 02:14 WIB

Video: Penarikan Obat Ranitidin

jatimnow.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penarikan produk obat jenis Ranitidin karena diduga dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo juga telah meminta semua apoteker untuk tidak menjual maupun memberikan obat tersebut. Namun tidak semua produk Ranitidin di Ponorogo ditarik.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Kadinkes Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini membenarkan jika dalam website resmi BPOM tertanggal 9 September 2019 di dalam Ranitidin yang terdeteksi mengandung N-nitrosodimethylamine (NDMA) harus ditarik.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Baca Selengkapnya: Obat Ranitidin di Ponorogo Tidak Ditarik Semua, Ini Alasannya

Editor : Fajar Mujianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.