Minggu, 07 Jun 2026 17:37 WIB

Begini Cara Pencatut Nama AKBP Arman Asmara Tipu Pengusaha Tembaga

Kedua penipu yang catut nama AKBP Arman Asmara diamankan di Mapolda Jatim
Kedua penipu yang catut nama AKBP Arman Asmara diamankan di Mapolda Jatim

jatimnow.com - Dua pria asal Jawa Barat yang menipu pengusaha tembaga asal Gresik mengaku mengetahui nama Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara dari internet. Nama AKBP Arman itulah yang kemudian mereka pakai untuk menipu sang korban.

Dua penipu itu bernama Stevanus Abraham Antonie (41) dan Heri Irawan (28). Keduanya menipu Rianto, pengusaha tembaga asal Gresik dengan mengaku sebagai anggota AKBP Arman dan berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Begitupula dengan nomor pengusaha yang mereka tipu. Mereka mendapatkan nomor para korbannya melalui internet. Di internet, mereka terlebih dahulu mencatat nomor personel Bhabinkamtibmas di wilayah para pengusaha tinggal.

"Setelah mendapatkan nomor Bhabinkamtibmas, kedua pelaku menghubungi dengan mengaku sebagai Pak Wadir (Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara) untuk menanyakan nomor korban," ungkap Kanit III Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKP Harianto, Kamis (15/8/2019).

Dalam pemeriksaan juga terungkap bahwa dua pelaku ini sudah mengincar sejumlah pengusaha yang ada di beberapa wilayah di Polda Jatim, Yogyakarta hingga Papua. Dalam aksinya, kedua pelaku mengaku sebagai AKBP Arman dan Kompol Stevanus.

Baca juga:  Catut Nama AKBP Arman Asmara, Dua Pria ini Tipu Pengusaha Tembaga

"Keduanya menggunakan WhatsApp dan 'bermain' menggunakan dua nomor. Untuk foto DP dikosongkan sama mereka. Korban kebanyakan tidak mengenal Pak Wadirreskrimsus," jelas Harianto.

Alumnus AKPOL tahun 2006 ini menambahkan, untuk saat ini korban masih satu orang. Namun, timnya akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap adanya korban lain.

"Kasus semacam ini memang sering terjadi karena kalau yang menghubungi polisi, tingkat kepercayaan masyarakat itu sangat tinggi. Kami berharap masyarakat apabila mendapati hal seperti ini jangan langsung percaya," pintanya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Sementara, pelaku Stevanus mengaku bahwa ia sudah melakukan aksi penipuannya sebanyak tiga kali. Namun baru berhasil satu kali ini dan langsung tertangkap polisi.

"Tiga kali melakukan, tapi dua kali tidak berhasil. Saya tidak kenal Pak Arman, saya hanya tahu dari google kita lihat," aku Stevanus.

Pria yang berprofesi sebagai tukang laundry ini juga menambahkan, setelah berhasil menipu korbannya, ia langsung mematikan handphonenya. Uang hasil penipuan itu dibuat untuk kehidupan sehari-hari.

"Kalau sudah ditransfer saya matikan handphone. Barang tembaga yang kami janjian tidak dikirim hanya buat nipu saja. Uangnya buat kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Dalam aksinya, kedua pelaku berpura-pura menawarkan tembaga yang didapatkan dari hasil lelang barang dengan harga Rp 50 ribu perkilogram dengan jumlah barang sebanyak 5 ton 7 kwintal, senilai Rp 285 juta.

Setelah sepakat, korban diminta untuk mentransfer uang melalui rekening anak buahnya yang mengaku juga sebagai polisi atas nama Kompol Stevan. Pelaku menyuruh korban untuk mentransfer DP sebesar Rp 47 juta. Pertama transfer Rp 25 juta, kemudian yang kedua Rp 22 juta.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.