Kamis, 11 Jun 2026 17:41 WIB

Risma Bicara Bunga Tabebuya, Kualitas Udara dan Pariwisata di Surabaya

Bunga Tabebuya bermekaran karena kualitas udara di Kota Surabaya sangat bagus (foto: Humas Kota Surabaya @BanggaSurabaya)
Bunga Tabebuya bermekaran karena kualitas udara di Kota Surabaya sangat bagus (foto: Humas Kota Surabaya @BanggaSurabaya)

jatimnow.com - Beberapa ruas jalan di Surabaya, dalam beberapa hari ini menjadi berbeda setelah Bunga Tabebuya bermekaran. Kualitas udara Kota Pahlawan yang bagus, menjadi salah satu penentu mekarnya bunga tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan hubungan antara Bunga Tabebuya dengan kualitas udara bagus dan pariwisata. Ia menyampaikan saat meninjau taman di kawasan Ngagel, Sabtu (27/7/2019) pagi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Bunga kalau kondisi udara jelek tidak mau berbunga," ungkap Wali Kota Risma.

Terkait Bunga Tabebuya yang sedang bermekaran di Surabaya, Wali Kota Risma juga menyampaikan bahwa kualitas udara bagus jadi penentu agar bunga bisa mekar. Ia mencontohkan Jalan Ahmad Yani. Dulu sebelum ada frontage, kadar polusi udara di jalan ini cukup tinggi sehingga tidak bunga-bunga tidak bisa mekar. Setelah dibangun frontage, ruang terbuka hijau bertambah, sehingga Bunga Tabebuya bisa bermekaran.

Wali Kota Risma saat meninjau salah satu ruang terbuka hijau di SurabayaWali Kota Risma saat meninjau salah satu ruang terbuka hijau di Surabaya

"Sekota Surabaya akan jadi taman supaya kualitas udara Surabaya bagus," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurut walikota perempuan pertama di Kota Surabaya ini, dengan ramainya Bunga Tabebuya yang sedang bermekaran, membuat kunjungan wisatawan semakin tinggi.

Ia juga ingin membuat perbedaan dengan Bunga Sakura yang ada di Jepang. Di Surabaya, kata Bu Risma, akan dibuat warna-warni, tidak sekedar warna pink saja.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung juga jadi tantangan tersendiri ketika perbaikan lingkungan sedang berjalan. Wali Kota Risma mengakui bahwa itu berat, mengingat jumlah kendaraan terus bertambah. Terlebih ketika akhir pekan, banyak kendaraan luar kota berkunjung ke Surabaya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Tantangan kita. Konsep perbaikan ekonomi bisa sejalan dengan perbaikan lingkungan," tambahnya.

Untuk itu, kata Wali Kota Risma, lahan sekecil apapun akan dimanfaatkan untuk proses perbaikan lingkungan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.