Sabtu, 06 Jun 2026 13:17 WIB

Pemicu Pengeroyokan Remaja Perempuan di Surabaya Terungkap

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni memberikan pengarahan kepada para orangtua pengeroyok di Gedung Satreskrim
Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni memberikan pengarahan kepada para orangtua pengeroyok di Gedung Satreskrim

jatimnow.com - Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya meminta keterangan 9 remaja perempuan yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang remaja perempuan lainnya di salah satu perumahan elit di kawasan Gubeng, Surabaya.

Pemeriksaan itu dilakukan di Gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin (8/7/2019). Dalam pemeriksaan, 9 remaja perempuan itu didampingi orangtua masing-masing. Pemeriksaan ini mengungkap fakta baru, yaitu pemicu pengeroyokan tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kejadian itu diawali saat korban mengejek salah satu dari terlapor dengan kalimat-kalimat seperti bahasa kimcil, sehingga salah satu dari terlapor itu marah," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni.

Baca juga:  Sederet Fakta di Balik Pengeroyokan Remaja Perempuan di Surabaya

Terlapor kemudian mencoba menanyakan kepada korban apa maksud dari perkataanya itu. Saat itupula, korban sempat meminta maaf, bahkan permintaan maaf itu disampaikan korban di hadapan salah satu terlapor dan teman-temannya.

Pengeroyokan terjadi di salah satu perumahan elit di SurabayaPengeroyokan terjadi di salah satu perumahan elit di Surabaya

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Untuk meminta maaf, korban mengajak salah satu terlapor dan teman-temannya ke tempat yang relatif sepi sebanyak dua kali di tempat yang berbeda," beber Ruth Yeni.

Pada tanggal 27 Juni 2019, mereka bertemu di YPPI yang tidak jauh dari perumahan elit tersebut. Saat itu, mereka hanya duduk, berkumpul dan ngobrol seperti biasa. Sedangkan pada 28 Juni 2019, mereka bertemu di Dharmahusada Indah Barat. Di sinilah, korban kemudian dikeroyok.

"Tanggal 28 itu, ada 9 anak yang melakukan pemukulan dan ada 3 orang anak yang diajak ngobrol di TKP Jalan Dharmahusada Indah Barat itu hanya menonton," jelas Ruth Yeni.

Baca Juga: Terdakwa Anak dalam Kasus Tewasnya Balita di Kediri Divonis 4 Tahun, Ibu Menangis

Dari pantauan jatimnow.com di Gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, pemeriksaan terhadap 9 anak perempuan itu berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 Wib. Setelah 9 anak selesai diperiksa, Ruth Yeni dan tim penyidik kemudian memberikan arahan kepada para orangtua yang mendampingi saat itu.

"Ini adalah pemeriksaan saksi dan status mereka (9 anak) masih saksi terlapor. Sehingga setelah ini kami kembalikan lagi ke orangtua masing-masing. Untuk tahapan kasusnya, saat ini masuk ke tahap penyidikan," tandas Ruth Yeni.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.