Kamis, 23 Jul 2026 03:51 WIB

Pemicu Pengeroyokan Remaja Perempuan di Surabaya Terungkap

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni memberikan pengarahan kepada para orangtua pengeroyok di Gedung Satreskrim
Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni memberikan pengarahan kepada para orangtua pengeroyok di Gedung Satreskrim

jatimnow.com - Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya meminta keterangan 9 remaja perempuan yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang remaja perempuan lainnya di salah satu perumahan elit di kawasan Gubeng, Surabaya.

Pemeriksaan itu dilakukan di Gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin (8/7/2019). Dalam pemeriksaan, 9 remaja perempuan itu didampingi orangtua masing-masing. Pemeriksaan ini mengungkap fakta baru, yaitu pemicu pengeroyokan tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Kejadian itu diawali saat korban mengejek salah satu dari terlapor dengan kalimat-kalimat seperti bahasa kimcil, sehingga salah satu dari terlapor itu marah," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni.

Baca juga:  Sederet Fakta di Balik Pengeroyokan Remaja Perempuan di Surabaya

Terlapor kemudian mencoba menanyakan kepada korban apa maksud dari perkataanya itu. Saat itupula, korban sempat meminta maaf, bahkan permintaan maaf itu disampaikan korban di hadapan salah satu terlapor dan teman-temannya.

Pengeroyokan terjadi di salah satu perumahan elit di SurabayaPengeroyokan terjadi di salah satu perumahan elit di Surabaya

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Untuk meminta maaf, korban mengajak salah satu terlapor dan teman-temannya ke tempat yang relatif sepi sebanyak dua kali di tempat yang berbeda," beber Ruth Yeni.

Pada tanggal 27 Juni 2019, mereka bertemu di YPPI yang tidak jauh dari perumahan elit tersebut. Saat itu, mereka hanya duduk, berkumpul dan ngobrol seperti biasa. Sedangkan pada 28 Juni 2019, mereka bertemu di Dharmahusada Indah Barat. Di sinilah, korban kemudian dikeroyok.

"Tanggal 28 itu, ada 9 anak yang melakukan pemukulan dan ada 3 orang anak yang diajak ngobrol di TKP Jalan Dharmahusada Indah Barat itu hanya menonton," jelas Ruth Yeni.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Dari pantauan jatimnow.com di Gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, pemeriksaan terhadap 9 anak perempuan itu berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 Wib. Setelah 9 anak selesai diperiksa, Ruth Yeni dan tim penyidik kemudian memberikan arahan kepada para orangtua yang mendampingi saat itu.

"Ini adalah pemeriksaan saksi dan status mereka (9 anak) masih saksi terlapor. Sehingga setelah ini kami kembalikan lagi ke orangtua masing-masing. Untuk tahapan kasusnya, saat ini masuk ke tahap penyidikan," tandas Ruth Yeni.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.