Sabtu, 06 Jun 2026 23:36 WIB

Temui Remaja Perempuan Korban Pengeroyokan, Tim Pemkot: Masih Trauma

Tangkapan layar video peristiwa pengeroyokan remaja perempuan di Surabaya yang beredar
Tangkapan layar video peristiwa pengeroyokan remaja perempuan di Surabaya yang beredar

jatimnow.com - Tim dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil menemui remaja perempuan yang dikeroyok di kawasan perumahan di Jalan Dharmahusada Indah Barat, Surabaya.

Dari informasi yang di himpun tim Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), saat menemui korban bersama orangtuanya, pada Jumat (5/7/2019) itu mereka mengaku masih trauma dengan kejadian itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Yang kedua ini berhasil menemui, saya beserta tim sudah bertemu dengan orangtua korban, ibu maupun dengan anaknya. Dia mengaku kejadian itu benar menimpanya," kata Kepala DP5A Kota Surabaya, Chandra Oratmangun. Sabtu (6/7/2019).

Keterangan lain dari korban yang masih duduk di bangku kelas 6 itu, kata Chandra. Korban mengakui bahwa selang dua hari pengeroyokan itu beberapa bagian tubuhnya memar-memar.

"Tapi saat kami kesana maksudnya melakukan pemeriksaan kesehatan namun ditolak dari orangtuanya. Dari pengamatan, sudah tidak terlihat memar, padahal satu dua hari setelah kejadian itu dia mengaku memar tapi sekaran sudah tidak," tutur Chandra.

Kendati telah berhasil menemui korban dan orangtuanya, Chandra masih belum berhasil menghimpun kronologi maupun yang perihal yang memicu pengeroyokan itu.

Baca juga:  

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Kita masih pendekatan dari faktor psikologisnya karena gak mungkin dia langsung bercerita sepenuhnya karena masih syok. Semoga hari Senin (8/7) besok ketemu lagi dia mau cerita, jadi kita tadi masih memancing mengambil hatinya dulu takut traumanya akan muncul," katanya.

Selain itu, menurut pengakuan korban, sebanyak kurang lebih 8 remaja yang mengeroyok itu merupakan teman yang dikenal korban melalui media sosial (medsos) dan mayoritas seusianya.

"Saya tanya ke korban, kamu kenal dari mana? Di mengaku teman kampung tapi agak jauh, dan ada beberapa teman ada yang kenal dari medsos namanya juga anak muda kenal si dia dan dikenalin keteman-temannya," ujarnya.

Pascakejadian itu, korban tiap harinya tinggal bersama saudara dari ibunya dan tidak lagi tinggal di kos-kosannya agar ada yang mengawasi.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Alasan lain tinggal sementara di rumah saudaranya? Dia kan tinggal di kos-kosan jadi ibunya menitipkan ke saudaranya. Sepulang sekolah dia ke rumah saudaranya. Setelah ibunya pulang kerja jam 5 baru anak ini diantar atau di jemput ibunya," katanya.

Dari data yang dihimpun DP5A bersama psikolog saat mendatangi tempat tinggal korban, diketahui korban merupakan dua bersaudara namun kedua orangtuanya sudah bercerai.

"Korban itu dua bersaudara, orangtuanya bercerai satu anak ikut ayahnya satunya ikut ibunya," jelas Chandra.
 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.