Rabu, 29 Jul 2026 02:17 WIB

Posting 'Islam Bukan Agama', Akun FB Ponco Suro Bakal Diklarifikasi

Rumah pemilik Rahmat Hidayatullah di Probolinggo, pemilik Akun FB Ponco Suro
Rumah pemilik Rahmat Hidayatullah di Probolinggo, pemilik Akun FB Ponco Suro

jatimnow.com - Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten Probolinggo berencana memanggil Rahmat Hidayatullah, pemilik Akun Facebook (FB) Ponco Suro. Hal itu disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten setempat.

Pria 47 asal Dusun Bringin, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu bakal dipanggil atas postingannya di FB yang diduga mengandung ujaran penghinaan terhadap Agama Islam.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

"Islam itu, bukan ajaran, bukan ilmu, bukan pengetahuan, bukan hukum bukan pula agama," tulis Ponco pada 4 Juni 2019 pukul 21.41 Wib lalu.

Postingan itu kemudian memantik reaksi MUI dan Bakorpakem Kabupaten Probolinggo yang menilai ajaran Rahmad adalah ajaran sesat.

"Karena diduga kuat ajaran Ponco Suro tergolong sesat," kata Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Sihabudin Sholeh, Jumat (28/6/2019).

Baca juga:  Posting 'Islam Bukan Agama', Akun FB Ponco Suro Disebut Sesat oleh MUI

Sihabudin juga mengaku, sesuai dengan kajian komisi fatwa MUI, ajaran Ponco Suro sudah masuk dalam kereteria dalam ajaran sesat.

"Apalagi dia sudah menyerukan lewat medsos (media sosial)," jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Menurut Sihabudin, pemanggilan terhadap Ponco Suro oleh Bakorpakem direncanakan akan dilakukan di Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

"InsyaAllah (akan dipanggil) 3 Juli, Minggu depan acara itu dilakukan oleh Bakorpakem," ujarnya.

Sementara itu, Rahmat Hidayatullah (47) pimpinan Ponco Suro mengatakan, dirinya selama ini masih belum diklarifikasi pihak MUI.

"Kalau memang ajaran Ponco Suro sesat, di mana letak sesatnya. Jangan mudah bilang sesat," ungkapnya.

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

Pria yang memiliki sebutan Ormat ini juga menjelaskan, dirinya tidak menyerukan untuk tidak salat kepada jemaahnya.

"Terbukti keluarga saya semuanya taat beribadah menjalankan rukun iman dan islam," tambahnya.

Bahkan dirinya juga dituding menjauhi ulama. Padahal kata Ormat, puteranya disekolahkan di salah satu pondok pesantren di Kota Probolinggo.

"Kalau soal pemanggilan pihak Ponco Suro siap untuk memberikan penjelasan. Yang jelas ajaran kami tidak menyimpang dari ajaran Islam," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.