Minggu, 07 Jun 2026 12:33 WIB

Posting 'Islam Bukan Agama', Akun FB Ponco Suro Disebut Sesat oleh MUI

Rahmat Hidayatullah, pemilik Akun FB Ponco Suro saat ditemui di rumahnya di Probolinggo
Rahmat Hidayatullah, pemilik Akun FB Ponco Suro saat ditemui di rumahnya di Probolinggo

jatimnow.com - Akun media sosial Facebook dengan nama Ponco Suro memposting status yang diduga menyudutkan dan menistakan agama. Salah satu status yang ditulis pada akun FB ini adalah "Islam itu, bukan ajaran, bukan ilmu, bukan pengetahuan, bukan hukum bukan pula agama".

"Postingan tersebut melecehkan agama Islam," kata Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, Sihabudin Sholeh, Kamis (27/6/2019).

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

Sihabudin juga sudah mengaku, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap ajaran yang dilakukan Ponco Suro. Ia menilai ajaran yang dilakukan Ponco Suro kepada kelompoknya sudah menyimpang dari aturan Islam.

"Sebab Islam itu jelas-jelas merupakan Agama. Kenapa kok Ponco Suro menilai Islam itu bukan agama, apalagi sampai disebar di medsos," ujarnya.

Terkait ajaran itu, Sihabudin sudah berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten Probolinggo.

"Ternyata pihak Bakorpakem juga menilai ajaran tersebut menyimpang dan menyesatkan," ungkapnya.

Postingan Akun FB Ponco Suro yang dinilai menista Agama IslamPostingan Akun FB Ponco Suro yang dinilai menista Agama Islam

Baca Juga: Puluhan Ulama di Probolinggo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Akun FB Ponco Suro merupakan akun FB milik Rahmat Hidayatullah (47), warga Dusun Bringin, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Ia memposting ujaran itu pada 4 Juni 2019 pukul 21.41 Wib.

Menurutnya, ajaran dalam pengajian kelompoknya bukan sebuah aliran sesat. Karena dirinya tetap berlandaskan dasar-dasar yang ada di Al Quran sebagai pijakan berfikirnya.

"Saya mempercayai Allah, Nabi Muhammad sebagai utusan Allah. Kok bisa dibilang sesat, di mana sesatnya itu?" ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, jemaah yang tergabung dalam kelompok kajianya saat ini sudah mencapai 32 orang dari berbagai wilayah.

Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan

"Namun mayoritas yang mengikuti kajian dari kalangan anak muda di desa sini," jelas Rahmat saat ditemui di rumahnya.

Rahmat juga menegaskan, bahwa Islam bukan agama. Menurutnya, bila Islam dikatakan agama, maka semuanya bisa Islam.

"Jadi saya memahami tentang Islam berdasarkan sendiri, bukan dari pemikiran orang lain," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.