Rabu, 10 Jun 2026 08:31 WIB

Teror Bom Molotov di Surabaya, Begini Kesaksian Warga

Polisi melakukan identifikasi di rumah korban yang mendapat teror bom molotov
Polisi melakukan identifikasi di rumah korban yang mendapat teror bom molotov

jatimnow.com - Polisi masih terus melakukan penyelidikan atas teror bom molotov di salah satu rumah di Jalan Pakis Wetan Gang 6 No. 44B, Sawahan, Surabaya. Namun, hingga pukul 18.15 Wib, Sabtu (22/6/2019), polisi masih belum mendapatkan alat bukti petunjuk yang mengarah ke pelaku.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyebut, dari hasil penyisiran ulang di sekitar lokasi kejadian, timnya belum berhasil menemukan CCTV yang berhasil merekam aksi pelaku.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Belum ada (CCTV), masih terus kita telusuri," kata Sudamiran.

Sementara, Ketua RW 03, Pakis Wetan, Sawahan, Surabaya, Suwartoyo menyatakan, setelah mendapat laporan dari Bambang Puguh (60), warga yang rumahnya dilempar bom molotov, ia kemudian melapor ke Polsek Sawahan.

Setelah itu, ia dan sejumlah warga juga ikut menyisir kampung serta mengumpulkan informasi untuk mengetahui siapa yang menebar teror bom molotov tersebut. Kecurigaan kemudian didapat ketika ada seorang warga belanja di minimarket yang ada di di kawasan Pakis Wetan.

Baca juga:  

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sepengetahuan warga kami yang saat itu belanja di minimarket, melihat seorang pemuda yang sedang membeli air mineral dalam kondisi ngos-ngosan (tersengal-sengal), seperti habis berlari," ungkapnya.

Kecurigaan lain muncul dari salah satu penjual tahu tek yang sedang melintas di kampung tersebut. Menurut Suwartoyo, penjual tahu tek itu melihat ada dua pemuda tak dikenal sedang berlari setelah kejadian.

"Penjual tahu tek bilang ke warga saya bahwa dia melihat dua pemuda itu berlari keluar dari Kampung Pakis Gunung atau pintu atas Pakis Wetan setelah teror kedua," tambahnya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Teror itu memang terjadi dua kali di rumah Bambang. Yang pertama yaitu pada sekitar pukul 22.30 Wib, Jumat (21/6/2019) dan teror kedua sekitar pukul 03.00 Wib, Sabtu (22/6/2019).

Suwaryoto juga menyebut bahwa Bambang, sang korban, selama ini tidak pernah berkonflik dengan warga sekitar maupun dengan orang di luar kampung. Sebab selama tinggal di kampung tersebut, dirinya tidak pernah mendapat laporan atas masalah yang dihadapi Bambang maupun keluarganya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.