Selasa, 28 Jul 2026 01:15 WIB

Teror Bom Molotov di Surabaya, Begini Kesaksian Warga

Polisi melakukan identifikasi di rumah korban yang mendapat teror bom molotov
Polisi melakukan identifikasi di rumah korban yang mendapat teror bom molotov

jatimnow.com - Polisi masih terus melakukan penyelidikan atas teror bom molotov di salah satu rumah di Jalan Pakis Wetan Gang 6 No. 44B, Sawahan, Surabaya. Namun, hingga pukul 18.15 Wib, Sabtu (22/6/2019), polisi masih belum mendapatkan alat bukti petunjuk yang mengarah ke pelaku.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyebut, dari hasil penyisiran ulang di sekitar lokasi kejadian, timnya belum berhasil menemukan CCTV yang berhasil merekam aksi pelaku.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Belum ada (CCTV), masih terus kita telusuri," kata Sudamiran.

Sementara, Ketua RW 03, Pakis Wetan, Sawahan, Surabaya, Suwartoyo menyatakan, setelah mendapat laporan dari Bambang Puguh (60), warga yang rumahnya dilempar bom molotov, ia kemudian melapor ke Polsek Sawahan.

Setelah itu, ia dan sejumlah warga juga ikut menyisir kampung serta mengumpulkan informasi untuk mengetahui siapa yang menebar teror bom molotov tersebut. Kecurigaan kemudian didapat ketika ada seorang warga belanja di minimarket yang ada di di kawasan Pakis Wetan.

Baca juga:  

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Sepengetahuan warga kami yang saat itu belanja di minimarket, melihat seorang pemuda yang sedang membeli air mineral dalam kondisi ngos-ngosan (tersengal-sengal), seperti habis berlari," ungkapnya.

Kecurigaan lain muncul dari salah satu penjual tahu tek yang sedang melintas di kampung tersebut. Menurut Suwartoyo, penjual tahu tek itu melihat ada dua pemuda tak dikenal sedang berlari setelah kejadian.

"Penjual tahu tek bilang ke warga saya bahwa dia melihat dua pemuda itu berlari keluar dari Kampung Pakis Gunung atau pintu atas Pakis Wetan setelah teror kedua," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Teror itu memang terjadi dua kali di rumah Bambang. Yang pertama yaitu pada sekitar pukul 22.30 Wib, Jumat (21/6/2019) dan teror kedua sekitar pukul 03.00 Wib, Sabtu (22/6/2019).

Suwaryoto juga menyebut bahwa Bambang, sang korban, selama ini tidak pernah berkonflik dengan warga sekitar maupun dengan orang di luar kampung. Sebab selama tinggal di kampung tersebut, dirinya tidak pernah mendapat laporan atas masalah yang dihadapi Bambang maupun keluarganya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.