Minggu, 07 Jun 2026 23:52 WIB

Posting Ujaran Kebencian, Pria di Blitar ini Digeruduk Pendekar Silat

  • Penulis : CF Glorian
  • | Jumat, 17 Mei 2019 13:56 WIB
Tersangka saat di Mapolres Blitar
Tersangka saat di Mapolres Blitar

jatimnow.com - Seorang pemuda di Blitar digeruduk pendekar silat lantaran mengunggah ujaran kebencian di media sosial Facebook. Pemuda tersebut mengubah singkatan-singkatan dari perguruan silat.

Dalam unggahannya di Facebook, Huda Riyan Nandas (22) alias Gamblong, warga Jugo, Kecamatan Kesamben ini mengolok-olok perguruan silat. Selain PSHT, Gamblong juga mengejek Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKPSI) atau Kera Sakti.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Beruntung para pendekar tidak menghakiminya. Gamblong lalu diserahkan dan dilaporkan ke polisi atas tindakannya tersebut.

"Modusnya dengan mengata-ngatai dan merubah singkatan masing-masing perguruan silat sehingga menimbulkan rasa benci dan permusuhan seolah-olah antara dua perguruan silat ini diadu domba," kata Kapolres Blitar, AKBP Anissullah M. Ridha, Jumat (17/05/2019).

Anis menjelaskan, tindakan Ujaran kebencian Gamblong di Facebook dapat memicu perselihan antara kedua perguruan silat. Polisi lalu menjeratnya dengan Pasal 45A ayat 2 UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

"Kita mengadakan penindakan. Sesuai dengan pasal yang dikenakan yang berisi unsur pidana, maka kita lakukan penegakan hukum," ujar Anis.

Mantan Kapolres Bangkalan itu menambahkan, penindakan itu dilakukan untuk menimbulkan efek jera kepada setiap warga dalam bermedia sosial. Ia berharap kasus ujaran kebencian ini tak lagi terjadi. Warga juga diminta untuk bijak dalam bermedia sosial.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Sementara itu dihadapan awak media, Gamblong mengaku perbuatan yang dia lakukan didasari rasa iseng. Ia tak menyangka jika perbuatannya dapat memancing kerusuhan. Ia mengaku tak ada rasa sakit hati atau apapun terhadap kedua perguruan silat tersebut.

"Awalnya Game itu ditautkan ke Facebook. Terus saya iseng. Ndak taunya kalau jadi seperti ini," sesal Huda.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.