Selasa, 28 Jul 2026 06:00 WIB

Pria di Surabaya ini Minta Maaf kepada FPI, Ada Apa?

I Nengah Wartawan (tiga dari kiri) meminta maaf di depan anggota FPI di Mapolrestabes Surabaya
I Nengah Wartawan (tiga dari kiri) meminta maaf di depan anggota FPI di Mapolrestabes Surabaya

jatimnow.com - Seorang pria bernama I Nengah Wartawan (40) meminta maaf di depan sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI). Permintaan maaf itu dilakukan I Nengah di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (4/5/2019). Apa sebabnya?

Ia terlihat menyesal telah melakukan perbuatannya hingga menyebabkan warga emosi atas apa yang dilakukannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

I Nengah meminta maaf setelah berkomentar di Grup WhatsApp (WA) warga Perumahan Royal Regency Surabaya dengan menyebut Habib Rizieq Shihab bukan dari cucu Rasulullah Muhammad.

Kejadian ini bermula saat I Nengah mengomentari obrolan grup WA tersebut beberapa waktu lalu. Saat itu, obrolan di grup yang berisi warga perumahan sedang membahas tentang Habib Rizieq hingga pengerahan people power. Lalu, I Nengah membalas dengan menyebut "HRS bukan cucu Nabi dia CUCU NYA ANJING.

"Saya I Nengah Wartawan telah melakukan ujaran kebencian dengan memberikan statement atas komen di WhatsApp dengan mendiskriminasikan pimpinan FPI yang bernama Habib Rizieq Shihab bukan dari cucu Rasulullah, sehingga menyulut emosi seluruh warga yang tinggal di Royal Regency dan pihak terkait warga ormas FPI dan warga muslim lainnya," katanya.

Selain meminta maaf, I Nengah juga berjanji tidak akan mengulangi lagi serta menerima apa tindakan yang diberikan kepadanya secara hukum.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Maka dengan ini saya menyatakan untuk memohon maaf atas ujaran kebencian ini dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi dan dengan ini saya menerima tindakan yang akan diberikan kepada saya secara hukum. Saya minta maaf kepada Ormas FPI dan saya tidak akan melakukan hal-hal seperti ini lagi," lanjut I Nengah.

Sementara itu, salah satu Tokoh Agama Perumahan Royal Regency, Muhammad Bin Abu Bakar Assegaf menyampaikan kepada semua masyarakat terutama warga yang ada di Royal Regency untuk bisa menjaga lisan sampai menyakiti orang lain.

"Dan juga sebagai pelajaran kepada yang lainnya, harus pandai menjaga lisannya jangan sampai mudah menyakiti orang lain. Karena apapun, lisan yang dikeluarkan dan menyakitkan orang lain itu pasti akan ada risiko di belakangnya," tuturnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Ia mewakili warga Royal Regency telah memaafkan perbuatan I Nengah. Namun pihaknya bersama ormas FPI akan tetap memproses perbuatan I Nengah secara hukum.

"Mengingat apa yang telah diperbuat oleh Bapak I Nengah, maka kami memasrahkan kepada FPI dan diproses secara hukum. Kami sebagai warga muslim memaafkan apa yang dilakukan oleh Bapak I Nengah secara lapang dada tidak ada sedikitpun dendam. Jangan sampai, kami harapkan kepada yang lainnya untuk tidak terulang hal sedemikian ini," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.