7 Mobil Kecelakaan Beruntun di Tol Satelit, Satu Orang Luka
- Penulis : Arry Saputra
- | Sabtu, 20 Apr 2019 21:33 WIB
jatimnow.com - Tujuh kendaraan terlibat kecelakaan karambol (beruntun) di Tol Satelit-Waru, Sabtu (20/4/2019).
Tujuh kendaraan itu adalah Honda Freed dengan nopol L 1009 BI, Toyota Kijang Innova bernopol W 1299 SL, Mitsubishi Strada dengan nopol L 9784 NC, Honda HR-V bernopol L 1263 HW, pikap bernopol W 9678 NH, Isuzu Panther bernopol DS 1787 CF dan Daihatsu Xenia bernopol L 1459 ID.
Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar
Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Bambang S Wibowo mengatakan ketujuh kendaraan melaju dari arah utara ke selatan di lajur cepat sebelah kanan dan mobil Honda Freed berada paling depan.
"Honda Freed mengerem mendadak menghindari kendaraan di depannya yang juga melakukan pengereman. Namun nahas, kendaraan yang di belakangnya tidak dapat mengantisipasi sehingga terjadilah tabrakan beruntun," kata Bambang kepada jatimnow.com.

Berdasarkan olah TKP petugas dan keterangan saksi, kecelakaan ini terjadi lantaran pengemudi lalai untuk menjaga jarak aman saat berkendara.
Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil
"Akibat kelalaian itu, pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan pada saat kendaraan di depannya melakukan pengereman mendadak," ujarnya.
Kecelakaan beruntun ini mengakibatkan satu orang luka-luka yakni Maisaroh (51) warga Desa Mindi, Porong, Sidoarjo. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami penyok di bagian depan dan belakang.
"Korban ada satu orang kondisi cidera memar di dahi sebelah kanan. Untuk ketujuh kendaraan rusak bagian depan dan belakang," katanya.
Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung
Kecelakaan ini menyebabkan arus lalu lintas di Tol Satelit mengalami kemacetan selama 20 menit sebelum Unit Jatim II Sat PJR tiba dilokasi.
Editor : Sandhi Nurhartanto
URL : https://jatimnow.id/baca-15049-7-mobil-kecelakaan-beruntun-di-tol-satelit-satu-orang-luka