Selasa, 28 Jul 2026 01:05 WIB

Bayi Diduga Tertukar di RSU dr Soetomo

Bayi yang diduga tertukar
Bayi yang diduga tertukar

jatimnow.com - Muhni (55) dan Siti Romlah (44), suami-istri warga Wonokusumo, Surabaya bingung saat kelamin bayinya berubah dari perempuan menjadi laki-laki. Siti sebelumnya menjalani operasi sesar di RSU dr Soetomo, Surabaya, Jumat (12/4) sekitar pukul 19.30 Wib.

Usai operasi, tim dokter yang menangani operasi sesar mengatakan jika bayi Siti Romlah berjenis kelamin perempuan. Namun, selang dua hari atau Minggu (14/4), salah seorang perawat sambil mengantarkan bayi mengatakan berjenis kelamin laki-laki.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Menjawab teka-teki kelamin bayi itu, Mughni dan Siti Romlah meminta pendampingan hukum kepada M Sholeh untuk melakukan protes kepada pihak rumah sakit, Senin (15/4/2019).

"Ya itu saya bingung lha wong Jumat setelah istri operasi sesar, saya diberitahu tim dokter jika bayi kami perempuan. Juga saat saya didampingi saudara untuk menerima ari-ari, saya dibilangi lagi kalau bayi saya perempuan," kata Mughni saat ditemui di depan IGD RSU dr Soetomo Surabaya.

Mughni yang mengaku dari keluarga kurang mampu itu meminta tolong kepada M Sholeh jika dirinya tidak memiliki biaya untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

"Saya nggak punya duit Mas. Ini aja pake Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kerja saya mbecak jadi gak punya uang buat proses ini-itu. Apalagi kalau pake tes-tes segala. Awalnya takut minta tolong Pak Sholeh. Tapi Alhamdulillah beliau mau tanpa bayaran," ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

M Sholeh mengatakan berubahnya kelamin bayi Muhni dan Siti Romlah itu atas kesalahan rumah sakit yaitu dugaan tertukarnya bayi tersebut. Namun, saat mendatangi untuk meminta jawaban dugaan tersebut, dirinya tidak ditemui oleh tim dokter maupun management rumah sakit.

"Kami akan urus hingga selesai. Yang terpenting adalah pertanggungjawaban dari pihak RS, dan ini kasus pertama yang kami tangani dugaan keteledoran RS terhadap bayi seseorang. Apa lagi kelurga Pak Mughni kurang mampu dari segi ekonomi dan membutuhkan pertolongan," katanya.

Sholeh menegaskan jika kasus itu tidak terselesaikan, pihaknya berjanji akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Harus ada konfirmasi dari pihak RS kok bisa berubah dalam dua hari. Apakah kesalahan ucap atau ada unsur unsur lain?. Jika tidak ada keterangan hingga hari ini, kami akan minta RS fasilitasi untuk tes DNA," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.