Kamis, 23 Jul 2026 05:04 WIB

GP Ansor Apresiasi Pemprov Jatim Cairkan Bosda Madin

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim, Moh Abid Umar atau Gus Abid
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim, Moh Abid Umar atau Gus Abid

jatimnow.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menyatakan akan bersinergis dengan kepemimpinan baru Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim, Moh Abid Umar atau Gus Abid.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Rotasi 6 Pejabat Pemprov Jatim, Ini Susunannya

Gus Abid menganggap Khofifah-Emil merupakan pemimpin yang dipilih rakyat Jawa Timur secara demokratis dengan 9 program Nawa Bhakti Satya yang diusung keduanya.

"Kami sudah bertemu Ibu Gubernur dan Pak Wagub di Gedung Negara Grahadi. Bahkan Ibu Gubernur mempersilahkan agar penutupan Rakerwil Ansor Jatim dilaksanakan di Grahadi. Ini tentu sebuah kehormatan bagi kami," ujar Gus Abid yang ditemui di sela Rakerwil GP Ansor Jatim di Hotel Inna Simpang, Rabu (13/3/2019).

Cucu KH Zainuddin Djazuli ini menambahkan, selain latar belakang keduanya (Khofifah dan Emil) adalah kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama (NU), nantinya dukungan itu akan diberikan pihaknya secara proporsional dan kritis.

Baca Juga: Misi Dagang Jatim-Riau Naik 3 Kali Lipat, Transaksi Tembus Rp 1 Triliun

"Bu Khofifah itu ibaratnya ibu bagi kita. Masak iya kita gak dukung ibu kita sendiri," imbuhnya.

Alumni Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) ini menjelaskan, program Nawa Bhakti Satya yang diusung Khofifah-Emil adalah program yang bagus dan senafas dengan Jawa Timur sebagai provinsi yang religius. Ia mencontohkan tunjangan bagi hafidz dan hafidzah yang akan diberikan oleh gubernur pada bulan ini.

Total ada sekitar 4.000 penghapal Al Quran yang akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 2 juta per tahun dari Pemprov Jatim. Jumlah itu akan bertambah menjadi 10.000 orang sesuai janji kampanye.

Baca Juga: Pemprov Jatim Luncurkan Kamar Mewah di RSSA Malang, Dihargai Rp 1 Juta per Malam

Mereka tersebar di sejumlah pondok pesantren yang ada di Jawa Timur. Menurut Gus Abid, langkah itu merupakan bentuk perhatian nyata dari gubernur terhadap pendidikan spiritual serta pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

"Saya dengar Bosda Madin (Bantuan Operasional Sekolah Daerah Madrasah Diniyah) juga akan dicairkan bulan ini. Ini membuktikan Ibu Gubernur tidak hanya memperhatikan sekolah umum tapi juga sekolah agama dan pondok pesantren. Ini tentu sebuah kemajuan yang berarti buat Jawa Timur," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.