Kamis, 23 Jul 2026 07:35 WIB

Pelaku Penyerangan Kereta Api Juga Rampas HP Penumpang

  • Penulis :
  • | Senin, 02 Apr 2018 17:24 WIB
 AA (kaos hijau) saat diamankan di Mapolsek Bubutan Surabaya.
AA (kaos hijau) saat diamankan di Mapolsek Bubutan Surabaya.

jatimnow.com - Dua dari enam orang yang diamankan atas dugaan penyerangan terhadap penumpang kereta api di Stasiun Pasar Turi Surabaya, resmi tersangka.

Kedua tersangka itu adalah AA (20) asli Surabaya, yang membawa sajam dan MG (19) juga asli Surabaya yang ikut memukuli korban.

Baca Juga: Tergiur Upah Cepat, Mantan Kurir Paket di Surabaya Berubah Haluan Antar Narkoba

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, kedua pemuda itu terbukti mengeroyok Daus (22), pemuda asal Bogor pada Senin (2/4/2018) dini hari, sekitar pukul 01.00 Wib di depan Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Lantas apa motif dari para pelaku mengeroyok korban?

"Yang pasti, HP merk Xiaomi milik korban, raib dirampas pelaku. Jadi motifnya kearah kriminal murni. Tapi yang merampas HP korban pada saat korban dikeroyok, sedang kami buru," beber Kapolsek Bubutan, Kompol Dies Ferra Ningtyas.

Sedangkan untuk tersangka AA, dijerat dengan pidana pengeroyokan dan membawa senjata tajam. Untuk tersangka MG, dijerat dengan tindak pidana pengeroyokan. Sementara 4 pemuda lainnya, tidak terbukti melakukan pengeroyokan.

Baca juga: Kereta Api Jurusan Malang di Surabaya Diserang, Kaca Jendela Pecah

Baca Juga: Bongkar Kasus Internasional, AKBP Edy Herwiyanto Raih 6 Penghargaan

Sebelumnya diketahui bahwa para pelaku tiba-tiba menyerang korban yang saat itu tengah menunggu taxi online yang dipesannya, di depan Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Korban menderita sejumlah luka di bagian tubuhnya termasuk kepala. Namun setelah melapor ke Polsek Bubutan, korban kembali melanjutkan perjalanannya.

AA sendiri pada saat diamankan, kedapatan membawa senjata tajam jenis pedang penghabisan sepanjang 60 cm.

Baca Juga: Teror Pelemparan Batu Incar Kereta Api, KAI Daop 9 Luncurkan Drone Pemantau

Saat ditanya, AA mengaku hanya ikut-ikutan untuk melakukan penyerangan.

"Saya beli pedang itu Pak. Untuk menjaga diri. Tapi karena diajak teman ke stasiun, akhirnya saya bawa," aku AA.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.