Jumat, 12 Jun 2026 00:13 WIB

Awas! di Bozem Kebraon Masih Ada Buaya Berkeliaran

Bozem Kebraon yang terpasang papan larangan bermain
Bozem Kebraon yang terpasang papan larangan bermain

jatimnow.com - Seekor buaya muara yang terlihat di Bozem Kebraon hingga kini masih belum ditemukan. Hal tersebut membuat warga cukup resah lantaran waduk buatan itu biasa menjadi tempat bermain anak-anak kecil.

Lurah Kebraon, Asim (50) mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemkot Surabaya dan petugas BBKSDA akan berupaya secepatnya menangkap buaya tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Setiap hari ada dari Linmas mengelilingi danau buatan ini untuk mencari keberadaan satu buaya yang hingga kini belum tertangkap," ucapnya saat ditemui di Bozem, Rabu (27/2/2019).

Baca juga:  Seekor Buaya Muara Ditangkap di Bozem Kebraon

Asim mengimbau kepada warga supaya tidak khawatir terkait adanya buaya liar di sekitar lingkungannya. Selain itu juga sebagai langkah antisipasi pihaknya mengimbau warga setempat agar tidak beraktifitas di sekitar lokasi penangkapan buaya.

"Antisipasi makanya kemarin dari Pemkot, Linmas menerjunkan penyisiran dan menginfokan kepada masyarakat untuk berhati-hati. Sudah ada plang pelarangan kemarin dipasang tidak boleh dekat dengan kolam untuk anak-anak.

Sementara itu, salah satu warga bernama Isnawati (42) mengatakan bahwa memang warga setempat seringkali melihat penampakan buaya rawa di danau buatan itu. Ia menyakini masih ada satu induk buaya yang belum tertangkap.

"Kurang tau buaya darimana mas, bozem ini kan udah lama, tapi akhir-akhir ini kok ada buaya. Kita kan tidak bisa berspekulasi buaya itu asal darimana juga nggak tau atau ada sebelum ini," ungkapnya.

Sebelumnya penangkapan seekor buaya muara berukuran kurang lebih satu meter di Bozem Kebraon pada Selasa (26/2/2019) kemarin dilakukan oleh seorang pria bernama Sukoco (40) warga Karang Pilang.

Sukoco menceritakan saat dirinya melakukan penangkapan terhadap binatang tersebut hampir terkena gigitan buaya muara itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya kan pakai kayu setengah meteran pake tangan kiri perangkap saya masukin ke kepala nyebrang tangan kiri saya nyaris digigit saya jatuh saya masukin lagi itu baru kena," kata Sukoco.

Saat itu, Ia menangkapnya dengan menggunakan tali tambang yang diikatnya di bagian kepala buaya saat berada di air. Meski ikatan sudah dirangkap sebanyak dua kali tapi buaya dengan kuat bisa memutuskannya.

"Awalnya saya bingung nyari tali, saya nyuruh anak beli tali ke galangan bikin jiretan pake tali turun saya masukin ke kepalanya putus. Padahal itu tali dobel dua. Kemudian saya dobel empat itu," ungkapnya.

Setelah berhasil masuk jebakan jeratan tali tambang, Sukoco dibantu dengan temannya mengangkat buaya kedaratan.

"Nyeberang masuk lagi baru kena saya angkat dibantu teman saya dibawa ke warung. Saya beri lakban mulut buaya biar tidak berbahaya," ujarnya.

Namun, Sukoco sendiri sebelumnya tidak percaya jika Bozem Kebraon itu dihuni buaya liar. Ia seringkali diperingatkan warga setempat yang pernah melihat penampakan buaya itu namun tidak mempercayainya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Saya tidak tahu buaya itu berasal dari mana memang dari dulu sudah ada tapi baru kali ini ditangkap. Ini buaya muara lebih ganas," jelasnya.

Sebagai warga, Sukoco berharap supaya ada perhatian dari pemerintah setempat untuk membantu menangkap satu buaya yang masih berada di dalam danau buatan itu. Mengingat di sekitar lokasi ditemukan buaya muara itu biasa dibuat main anak-anak kecil.

"Kalau saya ya resah punya anak kecil, apalagi anak-anak biasa habis hujan nyemplung di pintu pertama sana ada dua tiga anak. Kalau sekarang kan harus waspada kalau main main ke bozem. Masih ada satu buaya berukuran lebih besar daripada yang ditangkap sebelumnya saya harap bisa segera ditangkap biar tidak bikin warga khawatir," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.