Minggu, 26 Jul 2026 17:49 WIB

Jalan Dinoyo dan Gunungsari Surabaya Resmi Berubah

Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat peletakan batu pertama pembangunan Monumen Perjuangan Tugu Mastrip sebagai tanda perubahan nama dua jalan di Surabaya
Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat peletakan batu pertama pembangunan Monumen Perjuangan Tugu Mastrip sebagai tanda perubahan nama dua jalan di Surabaya

jatimnow.com - Meski menuai penolakan dari sejumlah pihak, Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau Pakde Karwo tetap meresmikan perubahan nama Jalan Gunungsari menjadi Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Dinoyo menjadi Jalan Sunda.

Peresmian perubahan nama jalan itu ditandai dengan peletakan batu pertama untuk pembangunan Monumen Perjuangan Tugu Mastrip di depan Halaman Lapangan Golf A. Yani, Jalan Gunungsari, Surabaya, Minggu (3/2/2019).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Pada peresmian tersebut juga dihadiri beberapa alumnus Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).

Menurut Gubernur Soekarwo, peresmian nama jalan itu sebagai wujud sebuah rekonsiliasi dan harmonisasi budaya antara Bandung dengan Kota Surabaya. Meski melalui proses panjang, perubahan itu telah tuntas, termasuk disosialisasikan dan dibicarakan bersama-sama.

"Harmoni budaya ini kan simbolik, prosesnya juga panjang mulai dari ahli sejarah, tokoh masyarakat. Jadi posisi ini final. Kenapa baru diresmikan sekarang? Karena prosesnya juga panjang menunggu persetujuan pansus dan dibersamakan dengan mas TRIP biar halus semua," bebernya.

Baca juga:  Peresmian Perubahan Nama Dua Jalan di Surabaya Didemo

Perubahan nama jalan itu awalnya mencuat ketika Pemprov Jatim menggelar acara 'Harmoni Sunda Jawa' di Hotel Bumi Surabaya, 6 Maret 2018 lalu. Acara pada saat itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Acara yang mengusung semangat rekonsiliasi budaya antara masyarakat Jawa dan Sunda itu ditandai dengan perubahan nama jalan oleh kedua Pemerintah Provinsi. Pemprov Jatim mengubah nama dua jalan yang melambangkan masyarakat Sunda, demikian sebaliknya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Untuk Jawa Timur, dua jalan yang dipilih untuk diubah adalah Jalan Gunungsari menjadi Jalan Siliwangi serta Jalan Dinoyo menjadi Jalan Sunda. Sementara Pemprov Jawa Barat, mengubah nama Jalan Gasibu menjadi Jalan Mojopahit serta Jalan Kopo menjadi Jalan Hayam Wuruk.

Soekarwo menambahkan bahwa rekonsiliasi budaya itu sangat penting untuk menciptakan kenyamanan serta memutus konflik kultural.

"Ini penting. Masak karena 661 tahun kita pada posisi yang ada problem kultural seperti ini, perubahan jalan itu juga sebagai pemecah efek 661 tahun sengketa budaya pada beberapa tulisan sejarah yang di intervensi divide at impera Belanda, sehingga harapannya apa saja yang menggelisahkan itu dapat dipecahkan," jelasnya.

Selain itu, untuk menghormati jasa para TRIP yang saat itu pernah melakukan perlawanan terhadap Belanda hingga di daerah Gunungsari itu, Pemprov Jatim juga mendirikan sebuah tugu Mastrip.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Saya kira tugu ini mengingatkan semua bangsa, jadi jangan melupakan sejarah (Jasmerah). Jadi jika merunut bahasa saat ini itu berkelanjutan," katanya.

Pakde Karwo juga menyampaikan telah menjamin semua administrasi kependudukan maupun surat tanah terkait perubahan nama jalan itu.

"Itu sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat, itu sudah beres," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.