Rabu, 10 Jun 2026 10:53 WIB

Pengusaha Suriah Jajaki Bangun Pabrik di Indonesia

  • Penulis : LKBN Antara
  • | Selasa, 15 Jan 2019 16:56 WIB
Ilustrasi uang
Ilustrasi uang

jatimnow.com - Keinginan pengusaha asal Suriah yang tergabung dalam Arrasyid for Industry and Trade Group untuk membangun pabrik di Indonesia mendapat sambutan hangat.

Para pebisnis Suriah itu menunjukkan ketertarikan berinvestasi di Indonesia saat bertemu dengan Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzi di Kairo, Mesir. Demikian keterangan tertulis dari KBRI Kairo yang diterima di Jakarta.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Helmy Fauzi menyambut baik rencana pembuatan pabrik perlengkapan kamar mandi di Indonesia. Menurut Helmy, iklim investasi Indonesia di era pemerintahan Joko Widodo terus menunjukkan tren positif.

"Penilaian lembaga-lembaga internasional yang kredibel menujukkan rating kemudahan berbisnis di Indonesia terus meningkat," kata Helmy Fauzi, Selasa (15/1/2019).

 Lebih lanjut, Dubes Helmy menyarankan agar para pebisnis untuk menjajaki juga peluang kerja sama dengan para mitra lokal di Indonesia. Dengan demikian, barang yang saat ini sudah diproduksi dapat mulai dijajakan di pasar Indonesia.

"Sebelum membangun pabrik, ada baiknya untuk diawali hubungan dagang dengan mitra lokal. Jadi, produk-produknya sudah lebih dulu beredar di pasaran," ujarnya.

"Kami berencana membangun pabrik di sana (Indonesia)," kata pebisnis Mohammed Alfarra saat berbincang dengan Dubes Helmy.

Alfarra menjelaskan bahwa bisnisnya saat ini berkecimpung dalam pembuatan perlengkapan kamar mandi dengan merek "Clever", dan produk yang dibuat antara lain keran air dan bathtub.

Tidak hanya di Mesir, produk yang memiliki merek dagang "Clever" itu juga merambah pasar Irak, Armenia, Nigeria dan negara-negara kawasan mediterania dan Timur Tengah.

"Kami ingin melakukan ekspansi pasar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia," kata Alfarra.

Baca Juga: Kurun Waktu 5 Tahun, KEK Gresik Catatkan 30 Persen dari Total Investasi Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Alfarra mengajak serta Dubes Helmy mengunjungi salah satu showroom dan pabrik pembuatan perlengkapan kamar mandi di Kawasan 6 Oktober, Kairo.

Alfarra menjelaskan pihaknya sudah mengamati pasar perlengkapan kamar mandi di Indonesia. Pihaknya meyakini mampu berkompetisi dengan produk-produk yang selama ini sudah beredar di pasar Indonesia.

"Sekalipun berorientasi ekspor ke negara tetangga di Asia Tenggara, kami juga harus memastikan ada tempat di pasar domestik Indonesia," ucapnya.

Alfarra menyebutkan bahwa pada pertengahan Oktober 2018 dia telah menyambangi Batam dan Kepulauan Karimun untuk menjajaki kemungkinan pendirian pabrik di sana.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan BP Batam di Kairo pada awal Oktober tahun lalu.

Baca Juga: Sambut Aturan Kemenperin, SIER Permudah Tenant Urus RKL-RPL Rinci

"Kami sudah melihat beberapa lokasi potensial, karena itu kami butuh juga masukan dari Dubes Indonesia di Kairo," katanya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.