Kamis, 11 Jun 2026 01:00 WIB

Relokasi Pedagang Mastrip Ditolak Warga

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 22 Des 2018 17:04 WIB
Warga dan pedagang saat adu argumen pemasangan lapak di sisi timur stadion.
Warga dan pedagang saat adu argumen pemasangan lapak di sisi timur stadion.

jatimnow.com - Relokasi sementara pedagang Jalan Mastrip ke Jalan Dr. Wahidin kembali mendapat penolakan oleh warga perumahan Wisma Indah yang ada di sekitar lokasi.

Warga yang sebelumnya memasang banner penolakan, bahkan menghentikan upaya pemasangan lapak. Warga yang tinggal di sebelah timur stadion Soeprijadi tidak sudi jika trotoar depan perumahan dijadikan lahan relokasi pedagang Mastrip.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Adu mulutpun antara warga dan para pedagang tidak terhindarkan. Saling adu argumen diucapkan oleh kedua belah pihak. Satu plethon Dalmas Satsabhara Polres Blitar Kota diterjunkan untuk meredam warga dan pedagang.

Dengan difasilitasi oleh polisi, dua pihak itu bermusyawarah. Hasilnya disepakati jika proses pemasangan lapak pedagang dihentikan sementara.

"Warga itu khawatir sama seperti sebelumnya. Dulu kan sudah dijalan Mastrip terus dipindah (pedagang) tidak mau. Makanya warga sini menolak," kata Ketua RW Soekoco, Sabtu (22/12/2018).

Informasi yang diterima warga, trotoar yang ada di timur stadion awalnya akan dipakai untuk relokasi pedagang pasar Legi. Warga kemudian menolak setelah mengetahui bila lahan itu akan dipakai oleh pedagang Jalan Mastrip.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Selain itu, tenggat waktu relokasi pedagang juga dipertanyakan oleh warga. Sebab secara resmi, belum ada surat edaran dari pemerintah tentang dimulainya tahapan relokasi ke Jalan Dr. Wahidin tersebut.

"Kami juga mempertanyakan kepada pemerintah, itu nanti pedagang Mastrip mau ditaruh dimana? Lha ini kami belum terima kabar, makanya warga juga menolak," pungkas Sukoco.

Belum ada jawaban resmi dari Pemkot Blitar terkait insiden ini. Baik lurah maupun warga setempat juga masih menunggu jawaban dari pemerintah terkait keluhan warga.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

"Warga sendiri sudah mengirimkan surat ke Pemkot Blitar terkait warga yang keberatan dengan relokasi ini. Tapi memang sampai sekarang kami belum menerima jawaban dari pemerintah atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan masalah ini," ucap Lurah Kepanjen Lor, Kusuma Wibawa.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.