Minggu, 26 Jul 2026 08:41 WIB

Relokasi Pedagang Mastrip Ditolak Warga

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 22 Des 2018 17:04 WIB
Warga dan pedagang saat adu argumen pemasangan lapak di sisi timur stadion.
Warga dan pedagang saat adu argumen pemasangan lapak di sisi timur stadion.

jatimnow.com - Relokasi sementara pedagang Jalan Mastrip ke Jalan Dr. Wahidin kembali mendapat penolakan oleh warga perumahan Wisma Indah yang ada di sekitar lokasi.

Warga yang sebelumnya memasang banner penolakan, bahkan menghentikan upaya pemasangan lapak. Warga yang tinggal di sebelah timur stadion Soeprijadi tidak sudi jika trotoar depan perumahan dijadikan lahan relokasi pedagang Mastrip.

Baca Juga: Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Adu mulutpun antara warga dan para pedagang tidak terhindarkan. Saling adu argumen diucapkan oleh kedua belah pihak. Satu plethon Dalmas Satsabhara Polres Blitar Kota diterjunkan untuk meredam warga dan pedagang.

Dengan difasilitasi oleh polisi, dua pihak itu bermusyawarah. Hasilnya disepakati jika proses pemasangan lapak pedagang dihentikan sementara.

"Warga itu khawatir sama seperti sebelumnya. Dulu kan sudah dijalan Mastrip terus dipindah (pedagang) tidak mau. Makanya warga sini menolak," kata Ketua RW Soekoco, Sabtu (22/12/2018).

Informasi yang diterima warga, trotoar yang ada di timur stadion awalnya akan dipakai untuk relokasi pedagang pasar Legi. Warga kemudian menolak setelah mengetahui bila lahan itu akan dipakai oleh pedagang Jalan Mastrip.

Baca Juga: 4 Fakta Penemuan Bom Udara di Blitar: Berbobot 100 Kg, Dipastikan Masih Aktif

Selain itu, tenggat waktu relokasi pedagang juga dipertanyakan oleh warga. Sebab secara resmi, belum ada surat edaran dari pemerintah tentang dimulainya tahapan relokasi ke Jalan Dr. Wahidin tersebut.

"Kami juga mempertanyakan kepada pemerintah, itu nanti pedagang Mastrip mau ditaruh dimana? Lha ini kami belum terima kabar, makanya warga juga menolak," pungkas Sukoco.

Belum ada jawaban resmi dari Pemkot Blitar terkait insiden ini. Baik lurah maupun warga setempat juga masih menunggu jawaban dari pemerintah terkait keluhan warga.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

"Warga sendiri sudah mengirimkan surat ke Pemkot Blitar terkait warga yang keberatan dengan relokasi ini. Tapi memang sampai sekarang kami belum menerima jawaban dari pemerintah atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan masalah ini," ucap Lurah Kepanjen Lor, Kusuma Wibawa.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.