Senin, 27 Jul 2026 23:31 WIB

Butuh 1800 Truk Pasir Normalisasi Jalan Raya Gubeng yang Ambles

Alat berat didatangkan guna mendukung pengerjaan perbaikan Jalan Raya Gubeng yang ambles.
Alat berat didatangkan guna mendukung pengerjaan perbaikan Jalan Raya Gubeng yang ambles.

jatimnow.com - Proses recovery Jalan Gubeng yang ambles masih berlangsung. Pengerukan jalan sebagai tahap awal untuk mengembalikan bentuk jalan seperti semula telah dilakukan.

Beberapa alat berat juga dikerahkan di lokasi untuk memindahkan pasir dari truk yang kemudian dimasukkan ke dalam lubang jalan yang ambles.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kabag Humas Pemkot M Fikser menerangkan bahwa untuk saat ini proses perbaikan jalan ditanggung oleh pihak Pemerintah Kota. Hal ini mempertimbangkan mendesaknya pemulihan jalan tersebut.

"Masih ditanggung oleh Pemkot. Nanti kalau sudah selesai klaimnya akan diganti oleh pihak swasta entah siapa itu yang akan bertanggung jawab sesuai hasil pemeriksaan," kata Fikser saat dikonfirmasi jatimnow.com, Jumat (21/12/2018).

Fikser menerangkan bahwa dalam sehari akan ada 400 dump truck yang mengangkut selected material atau yang biasa disebut pasir batu. Hingga pukul 11.30 Wib, telah ada 140 truk yang memberikan suplai material.

"Itu bahannya kita ambil dari Mojosari," terangnya.

Wali Kota Surabaya dalam hal ini juga ikut turun untuk mengecek bagaimana kondisi dan pekerjaan yang dilakukan untuk pengerukan jalan tersebut. Dengan mengenakan baju merah, Risma naik kursi roda menuju lokasi.

Wali Kota Risma mengatakan untuk menutup seluruh lubang sedalam 10-15 meter ini dibutuhkan pasokan pasir batu sebanyak 1800 dump truk. Ia menargetkan selesainya pekerjaan ini kurang dari 7 hari.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Kita butuh 3-4 hari setelah itu overlay cuma mungkin 2 hari. Kita usahakan 1 minggu kelar mudah mudahan tak ada aral melintang apa pun," harapnya.

Risma juga mengatakan, jika truk truk tersebut merupakan bantuan dari Polda Jatim. Hal itu dilakukan demi kelancaran aksesbilitas agar pasir datang ke lokasi dengan cepat.

"Mudah-mudahan tidak ada gangguan karena kan ngambil sirtunya dari luar kota, jauh. Tapi sudah ada bantuan dari Polda. Truk-truk ada tulisan Polda karema ini kan off gak boleh masuk sebenernya. Ini dikerjakan 24 jam," jelasnya.

Sementara itu, pengawas lapangan dari BBPJN VIII Kementrian PUPR, Resa Aditia proses pengurukan berjalan lancar. Bahan-bahan ini didapatkan dari Mojosari dan sekitarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Lancar. Ini sudah 140 truk lebih. Tadi ada yang dari Ngoro, Jombang. Dari Mojosari," tandasnya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.