Senin, 27 Jul 2026 23:31 WIB

Ini Penjelasan Tim ITS Terkait Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Ahli Geoteknologi ITS Wahyu P Kuswanda (kiri) dan  Ahli Transportasi dan Jalan Prof Winard ahli dari ITS yang datang ke lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng.
Ahli Geoteknologi ITS Wahyu P Kuswanda (kiri) dan Ahli Transportasi dan Jalan Prof Winard ahli dari ITS yang datang ke lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng.

jatimnow.com - Amblesnya Jalan Raya Gubeng pada Selasa (18/12/2018) malam diduga diakibatkan oleh adanya pekerjaan galian dalam untuk basement yang salah satu sisinya mengalami kelongsoran.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ahli Transportasi dan Ahli Jalan dari ITS, Prof Winardi Koestalam. Ia mengatakan amblesnya Jalan Gubeng ini akibat adanya pekerjaan galian dalam untuk basement dan mengakibatkan sebagian jalan di Bank BNI ikut bergerak longsor ke arah galian.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

"Penyebabnya dinding penahan tanahnya tidak kuat, jadi mestinya punya metode pelaksanaan sedemikian rupa sehingga galian yang kita buat itu aman. Bisa terbuat dari beton ataupun baja," kata Winardi kepada jatimnow.com, Rabu (19/12/2018).

Winardi menjelaskan, apabila seorang engineer sudah mempertimbangkan semuanya bahkan jika terjadinya perubahan parameter tanah maka hal tersebut akan diketahui meskipun bergeser 1 mm.

Jika mengalami perubahan beban maupun perubahan karakteristik tanah harus dipasang mesin instrument geoteknik.

"Nah itu harus di perhitungan resiko yang paling buruk. Termasuk adanya jalan yang dilewati kendaraan yang membuat getaran harusnya juga dihitung. Untuk mengetahui gerakan lateral dan tingkat kejenuha air maka insturmen geoteknik merupakan early warning system dan bisa melakukan antisipasi," jelasnya.

Baca Juga: ITS Kembangkan Alat Panjat Kelapa, Petani Bisa Panen Lebih Cepat dan Aman

Ditempat yang sama, Profesor Ahli Geoteknologi dari ITS Surabaya Wahyu P Kuswanda mengatakan daerah Surabaya kontur tanahnya termasuk muda (lunak) jika dibandingkan dengan daerah Malang dan sebagainya.

Pasalnya daratan di Surabaya terbentuk dari endapan sungai. "Bahwa daerah Surabaya itu tanahnya termasuk muda kalau dibandingkan Malang dan sebagainya karena kejadian daratan Surabaya dari Delta Brantas, endapan-endapan kontur tanahnya lunak. Jadi Sungai Porong itu air tanahnya tinggi," katanya.

 

Baca Juga: BEM ITS Gelar Mimbar Bebas, Soroti Sejumlah Kebijakan Pemerintah

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.