Jumat, 12 Jun 2026 08:17 WIB

Ini Penjelasan Tim ITS Terkait Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Ahli Geoteknologi ITS Wahyu P Kuswanda (kiri) dan  Ahli Transportasi dan Jalan Prof Winard ahli dari ITS yang datang ke lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng.
Ahli Geoteknologi ITS Wahyu P Kuswanda (kiri) dan Ahli Transportasi dan Jalan Prof Winard ahli dari ITS yang datang ke lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng.

jatimnow.com - Amblesnya Jalan Raya Gubeng pada Selasa (18/12/2018) malam diduga diakibatkan oleh adanya pekerjaan galian dalam untuk basement yang salah satu sisinya mengalami kelongsoran.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ahli Transportasi dan Ahli Jalan dari ITS, Prof Winardi Koestalam. Ia mengatakan amblesnya Jalan Gubeng ini akibat adanya pekerjaan galian dalam untuk basement dan mengakibatkan sebagian jalan di Bank BNI ikut bergerak longsor ke arah galian.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

"Penyebabnya dinding penahan tanahnya tidak kuat, jadi mestinya punya metode pelaksanaan sedemikian rupa sehingga galian yang kita buat itu aman. Bisa terbuat dari beton ataupun baja," kata Winardi kepada jatimnow.com, Rabu (19/12/2018).

Winardi menjelaskan, apabila seorang engineer sudah mempertimbangkan semuanya bahkan jika terjadinya perubahan parameter tanah maka hal tersebut akan diketahui meskipun bergeser 1 mm.

Jika mengalami perubahan beban maupun perubahan karakteristik tanah harus dipasang mesin instrument geoteknik.

"Nah itu harus di perhitungan resiko yang paling buruk. Termasuk adanya jalan yang dilewati kendaraan yang membuat getaran harusnya juga dihitung. Untuk mengetahui gerakan lateral dan tingkat kejenuha air maka insturmen geoteknik merupakan early warning system dan bisa melakukan antisipasi," jelasnya.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Ditempat yang sama, Profesor Ahli Geoteknologi dari ITS Surabaya Wahyu P Kuswanda mengatakan daerah Surabaya kontur tanahnya termasuk muda (lunak) jika dibandingkan dengan daerah Malang dan sebagainya.

Pasalnya daratan di Surabaya terbentuk dari endapan sungai. "Bahwa daerah Surabaya itu tanahnya termasuk muda kalau dibandingkan Malang dan sebagainya karena kejadian daratan Surabaya dari Delta Brantas, endapan-endapan kontur tanahnya lunak. Jadi Sungai Porong itu air tanahnya tinggi," katanya.

 

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.