Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Hewan Potong di RPH Surabaya Langka, Apa Solusinya?

Salah satu kandang di RPH Surabaya
Salah satu kandang di RPH Surabaya

jatimnow.com - Kelangkaan hewan potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya terjadi dalam satu bulan terakhir. Kelangkaan sapi jantan siap potong tersebut membuat sejumlah jagal sapi merugi hingga mengancam stok daging di Surabaya. Apa solusinya?

Direktur Utama (Dirut) Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, Teguh Prihandoko membenarkan kelangkaan sapi jantan siap potong tersebut. Ia mengatakan, sulitnya mencari sapi jantan iitu terjadi sejak bulan Januari 2018.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Apalagi menurutnya, pemotongan sapi betina juga sudah dibatasi dalam UU No 18 Tahun 2009 Jo UU No 41 Tahun 2014 yang berkaitan dengan pemotongan sapi betina.

"Kita mau pakai sapi betina untuk dipotong juga ada aturannya, karena itu ada undang-undangnya, nggak sembarangan bisa disembelih begitu saja," beber Teguh saat dihubungi jatimnow.com, Minggu (16/12/2018).

Baca juga:  Hewan Potong di RPH Surabaya Langka, Kebutuhan Daging Terancam

Teguh menambahkan, untuk mengatasi permasalahan kelangkaan hewan sapi tersebut, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur harus melakukan penguatan cek point, menugaskan untuk mengawasi di daerah perbatasan serta membatasi kuota pengiriman.

"Misal di Ngawi, Magetan itu harus di kontrol. Kalau nggak gitu nanti yang menikmati orang Jakarta, yang soro (susah) orang Jawa Timur, matilah peternak, matilah jagal," tegasnya.

Sedangkan, lanjut Teguh, untuk penyembelihan sapi betina sendiri sudah ada aturan yang menyebut hanya sapi betina yang sudah tidak produktif lagi yang boleh dipotong.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Jadi untuk mencegah adanya pemotongan sapi betina ilegal, saya membuat peraturan RPH (Surabaya) untuk tidak akan memotong sapi betina kalau tidak ada surat tentang status reproduksinya," sebutnya.

Saat ditanya terkait stok daging menjelang Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Teguh mengatakan, jika kelangkaan sapi masih berlanjut maka akan berdampak pada impor daging ke depannya. Tapi menurutnya, hal itu tidak ada manfaatnya, melainkan hanya menekan harga saja.

"Di dalam surat edaran Gubernur (Jawa Timutr) 2010 menyebutkan bahwa tidak boleh sapi dari luar masuk ke Jatim. Solusinya ya ayo kita lakukan pembatasan pengiriman sapi keluar dan juga dibuka pintu untuk masuknya sapi dari luar Jatim," tambahnya.

Selain itu, terkait diperbolehkannya daging yang masuk ke hotel, restoran dan cafe menurut Teguh hal itu juga seharusnya ada penegakan hukum dan juga penertiban-penertiban RPH di Jawa Timur. Ia berkeinginan untuk RPH yang ilegal dibereskan semuanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"RPH ilegal itu jadi tempatnya sapi gelonggongan. Jangan gepuki (pukul) RPH Pegirian saja tapi RPH yang ilegal juga harus dibereskan. Gimana caranya agar peternak lokal bisa hidup dan tetap berkembang, karena peredaran uang tunai di RPH Surabaya saja sekitar Rp 2 Miliar," ungkapnya.

Teguh berharap masalah kelangkaan sapi dapat segera di selesaikan di Jawa Timur khususnya di Surabaya dengan cara menjaga stabilitas harga daging dan menjaga aman pangan.

"Ayo, duduk bersama, pemangku kepentinggan menjaga stabilitas harga daging dan jaga aman pangan jangan sampai masyarakat juga makan daging gelongongan," tutupnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.