Minggu, 07 Jun 2026 21:07 WIB

Tren Diet Bagi Remaja Putri Pemicu Terjadinya Stunting?

Deklarasi Pencegahan Stunting di kantor Gubernur Jatim.
Deklarasi Pencegahan Stunting di kantor Gubernur Jatim.

jatimnow.com - Istri Gubernur Jatim Nina Soekarwo dalam Deklarasi Pencegahan Stunting, menyampaikan bagi remaja perempuan yang sedang diet untuk tetap memperhatikan pola makan dan asupan gizi.

Pasalnya hal tersebut akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan saat menjadi ibu rumah tangga nantinya. Nina mengatakan, jika saat ini terdapat banyak remaja yang ingin terlihat kurus namun tak memperhatikan asupan gizinya.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Ada tren bahwa remaja menganggap kurus itu cantik. Akhirnya mereka kurang darah, disitulah awal dari sisi kehamilan yang tidak sehat kalau nanti dia jadi ibu rumah tangga. Ini yang harus disosialisasikan untuk mencegah stunting," kata Budhe Karwo saat Deklarasi Pencegahan Stunting di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (14/12/2018).

Untuk mencegah terjadinya hal itu maka dia memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada remaja terkait pentingnya me minum obat tambah darah. Selain itu juga membuat program Posyandu dan Dasawisma bagi anak-anak dan ibu rumah tangga.

"Ini kenapa kita memberikan obat tambah darah pada remaja, karena mereka punya tren kurus itu sehat, jangan sampai diet gizi kurang, darah kurang akhirnya saat mengandung janinnya tidak sehat," lanjut Budhe Karwo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jatim Kohar Heri Santoso berpesan kepada remaja putri agar lebih memperhatikan asupan gizi dalam makanannya. Tak hanya karbohidrat saja, namun banyak hal lain yang harus dipenuhi seperti protein, vitamin, mineral, hingga lemak.

Baca Juga: Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan

"Untuk remaja putri lebih memperhatikan jenis makanannya, jangan cuma karbohidrat saja, tapi protein, mineral, vitamin harus diberikan. Oleh karenanya adik-adik remaja putri itu juga tolong hemoglobinnya juga diperhatikan, jangan lupa untuk minum tablet penambah darah," pesan Kohar.

Langkah konkret yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jatim untuk menekan angka stunting yaitu salah satunya dengan peneguhan komitmen para Bupati/ Wali Kota.

"Harapannya setelah itu bisa menggerakkan seluruh stakeholder terkait, para kepala dinas terkait, untuk menggerakkan dan juga disosialisasikan kepada masyarakat dan juga membantu masyarakat yang memang kondisinya itu bisa menyebabkan stunting," harapnya.

Baca Juga: Jerit Istri Sah Oknum ASN BPKAD Jatim, Terbukti Berzina Tapi Belum Ditahan

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.