Baru Diluncurkan, Program Ternak Puyuh Pemkot Probolinggo Bakal Dihentikan

Reporter : Yanuar D
Peternakan puyuh. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Program budidaya burung puyuh yang baru diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menuai sorotan. Program yang diawali dengan pelatihan dan penyaluran bantuan sarana budidaya di sejumlah kelurahan itu dinilai belum tepat sasaran, meski digadang-gadang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Ryadlus Sholihin Firdaus, menegaskan setiap program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya yang berbasis pelatihan, harus memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Baca juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

“Terkait efisiensi, ini akan kita lakukan. Kita upayakan setelah pelatihan itu ada dampaknya, ada peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang kita dapatkan, dan ada peningkatan ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya usai menghadiri rapat evaluasi, Selasa (14/7/2026).

DPRD juga meminta agar program bantuan ternak puyuh dikaji ulang secara mendalam sebagai bahan penyusunan APBD 2027.

Menanggapi kritik tersebut, Pemkot Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) memastikan akan melakukan efisiensi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap program bantuan yang sejatinya baru diluncurkan April tahun ini.

Baca juga: Awali Tahun Ajaran Baru, 30 Siswa Sekolah Rakyat Kota Probolinggo Ikuti MPLS

Menurut Kepala DKP3 Kota Probolinggo, Fitriawati, terdapat persoalan mendasar pada konsep program, yakni ketidaksesuaian antara sasaran penerima bantuan dan kebutuhan usaha budidaya puyuh agar dapat berkelanjutan.

Fitriawati menjelaskan, penerima bantuan selama ini diprioritaskan bagi masyarakat miskin yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2. Namun, budidaya burung puyuh membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, terutama untuk pembelian pakan, sehingga sulit dijalankan secara mandiri setelah bantuan pemerintah berakhir.

Kondisi itu semakin berat karena harga pakan ternak secara nasional mengalami kenaikan, sehingga banyak penerima bantuan kesulitan mempertahankan usahanya.

Baca juga: Partai Golkar dan PKB Kota Probolinggo Terima Kucuran Dana Banpol Terbanyak

“Kemarin sasaran kita warga miskin, tetapi untuk keberlanjutannya mereka tidak mampu beli pakan. Apalagi secara nasional harga pakan ternak kemarin naik tinggi sekali,” jelas Fitriawati.

Karena itu, Pemkot Probolinggo memutuskan untuk mematangkan kembali konsep program sebelum kembali dijalankan. Untuk tahun anggaran 2027, program budidaya burung puyuh akan dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari penentuan sasaran penerima hingga skema bantuan yang dinilai lebih realistis dan berkelanjutan.

Editor : Yanuar D

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru