jatimnow.com - 400 personel dari berbagai badan otonom (banom) NU akan bertugas mengamankan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Saat ini panitia memastikan seluruh aspek teknis maupun keamanan terus dimatangkan menjelang pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi kedua di lingkungan NU tersebut.
Wakil Ketua Seksi Keamanan Munas dan Konbes NU, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan hasil rapat koordinasi terakhir menunjukkan kesiapan panitia sudah hampir rampung dan tinggal menyelesaikan sejumlah detail teknis menjelang hari pelaksanaan.
Baca juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya
“Sejauh ini persiapan yang dilaksanakan teman-teman panitia sudah cukup baik. Dalam rakor terakhir, persiapan sudah 95 persen siap,” ujar pria yang akrab disapa Gus Nabil tersebut.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menyiapkan sistem pengamanan berlapis dengan melibatkan sekitar 400 personel dari berbagai badan otonom (banom) NU. Personel tersebut berasal dari Ansor, Banser, Pagar Nusa, Pasukan Inti, Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU, KPP IPNU, hingga Garda Fatayat.
Menurut Gus Nabil, seluruh personel pengamanan internal tersebut diprioritaskan berasal dari Jawa Timur guna memudahkan koordinasi selama kegiatan berlangsung. Dari jumlah tersebut, Pagar Nusa menjadi unsur dengan personel terbanyak, yakni sekitar 160 anggota.
“Insya Allah dari keamanan yang nanti akan diterjunkan dari internal NU, yaitu dari banom-banom NU, ada sekitar 400 personel yang akan bertugas. Untuk Pagar Nusa sendiri sebanyak 160 personel,” katanya.
Selain pengamanan terbuka, masing-masing banom juga telah menyiapkan mekanisme pengamanan tertutup untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan selama forum berlangsung.
Meski demikian, panitia menilai situasi hingga saat ini masih kondusif dan belum menemukan indikasi gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan Munas maupun Konbes NU.
“Insya Allah sampai hari ini kita belum melihat adanya sesuatu yang akan mengganggu persiapan Munas dan Konbes NU. Kita berharap itu terus berlangsung,” ujarnya.
Panitia juga mengimbau seluruh peserta agar mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan demi menjaga ketertiban dan kelancaran jalannya agenda organisasi tersebut.
Baca juga: Bahtsul Masail Waqi’iyah Munas-Konbes NU Bahas Penghapusan Jejak Aib di Internet
Terkait isu yang berkembang menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes, Gus Nabil mengakui terdapat sejumlah pembahasan yang menjadi perhatian peserta, salah satunya mengenai mekanisme pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang nantinya memiliki peran dalam proses pemilihan Rais Aam PBNU.
Selain itu, sejumlah usulan reformasi organisasi juga diperkirakan akan menjadi pembahasan hangat dalam Komisi Organisasi. Beberapa badan otonom NU disebut mengusulkan penguatan peran banom dalam struktur dan tata kelola organisasi.
“Munas dan Konbes ini akan menyiapkan materi-materi yang nantinya disahkan di Muktamar. Ini semacam pra-muktamar yang membahas komisi organisasi, komisi rekomendasi, maupun bahtsul masail,” jelasnya.
Dalam aspek keamanan dan lalu lintas, panitia telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan menuju lokasi kegiatan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat akses menuju kawasan Pondok Pesantren Al Falah Ploso berada di jalur yang relatif terbatas.
“Kami bersinergi dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Jalur di Ploso ini membutuhkan perhatian serius agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.
Baca juga: Ponpes Lirboyo Kediri dan Tambakberas Jombang Jadi Kandidat Lokasi Muktamar NU
Meski menerapkan pengamanan ketat, panitia menegaskan Munas dan Konbes NU tetap terbuka bagi warga Nahdliyin yang ingin merasakan atmosfer kegiatan. Panitia berupaya menjaga keseimbangan antara keterbukaan acara dan aspek keamanan.
“Kita ingin Munas ini menjadi acara yang tidak eksklusif. Kita ingin menjadi kegembiraan bagi Nahdliyin, tetapi tetap tidak mengabaikan soal keamanan,” tegas Gus Nabil.
Munas dan Konbes NU 2026 akan diikuti pengurus wilayah NU dari seluruh Indonesia. Hingga rapat koordinasi terakhir, tercatat sekitar 30 dari 38 Pengurus Wilayah NU telah melakukan pendaftaran, dan panitia optimistis seluruh wilayah akan hadir saat pelaksanaan berlangsung.
Pada agenda pembukaan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, sejumlah pejabat nasional dan anggota Kabinet Merah Putih direncanakan turut diundang. Beberapa nama yang disebut berpotensi hadir antara lain Kapolri dan sejumlah menteri, meski panitia masih menunggu konfirmasi resmi.
Sementara itu, rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 dijadwalkan ditutup di Bangkalan, Madura. Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir secara langsung dalam acara penutupan tersebut, sedangkan kehadiran Wakil Presiden hingga kini masih menunggu informasi lebih lanjut dari panitia pusat.
Editor : Yanuar D