Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Reporter : Avirista Midaada
Tim SAR saat melakukan operasi pencarian di Gunung Semeru (Foto: Basarnas for jatimnow.com)

jatimnow.com – Tim SAR gabungan berhasil mengevaluasi turun dua dari tiga pendaki yang nekat mendaki Gunung Semeru melalui jalur ilegal atau tidak resmi. Kedua pendaki yang selamat tersebut kini telah berada di Puskesmas Ampelgading, Kabupaten Malang, usai tiba di posko evakuasi pada Jumat (5/6/2026) dini hari.

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Bambang Suryono, mengonfirmasi keberhasilan evakuasi tahap pertama ini.

Baca juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

"Dua pendaki berhasil dibawa dan tiba di Posko pada tanggal 5 Juni 2026 sekitar pukul 00.07 dini hari," ucap Bambang Suryono, saat dihubungi pada Jumat pagi (5/6/2026).

Diketahui, ketiga pendaki tersebut memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru secara ilegal. Mereka tidak menggunakan jalur resmi pendakian, melainkan menerobos melalui jalur Candi Jawar, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, yang berada di lereng barat Semeru.

Nahas, satu dari tiga pendaki berinisial C (18) dilaporkan terperosok ke dalam jurang dan belum berhasil dievakuasi hingga saat ini.

"Terdapat tiga orang pendaki yang memasuki kawasan Gunung Semeru melalui jalur tidak resmi atau ilegal. Sisa satu korban yang belum terevakuasi, yang jatuh di jurang," ungkapnya kembali.

Insiden jatuhnya korban C (18) bermula pada Senin (1/6/2026) pagi. Saat terjatuh ke jurang, korban sempat menghubungi orang tuanya untuk meminta pertolongan sebelum ponselnya tidak aktif.

Baca juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas Koramil Tirtoyudo dan Ampelgading. Orang tua korban bersama warga setempat bahkan langsung berangkat menyisir titik koordinat pada Senin malam.

"Upaya pencarian segera dilakukan oleh pihak keluarga bersama masyarakat dan unsur terkait. Korban akhirnya berhasil ditemukan pada tanggal 2 Juni 2026," terangnya.

Meski posisi korban telah ditemukan oleh ayahnya dan warga sejak Selasa pagi, evakuasi pengangkatan tidak bisa langsung dilakukan. Sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan di antaranya karena posisi korban berada di dasar jurang yang sangat curam di sisi barat Gunung Semeru.

Baca juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

Selain itu, korban C (18) dilaporkan mengalami cedera dislokasi pada bagian kakinya sehingga tidak bisa bergerak leluasa. Maka dari itu, proses pengangkatan membutuhkan personel penyelamat yang berkompeten serta peralatan evakuasi vertikal yang memadai.

Saat ini, tim penyelamat gabungan masih terus berjibaku mengangkat korban C dari dasar jurang ke atas tebing untuk selanjutnya ditandu menuju posko rumah warga terdekat.

"Satu korban masih proses evakuasi. Update kronologis nanti akan kami sampaikan, masih dalam tahap evakuasi dari tim di lokasi. Mohon waktu," kata dia.

Editor : Dadang Kurnia

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru